Percikan Iman, 14.01.2007 (Mendidik anak secara Islami)


Tema : Mendidik anak secara Islami

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Surat Luqman ayat 12 – 19 merupakan rangkuman mendidik anak secara islami.
Dalam ayat 12 diterangkan bahwa Allah telah memberi karunia kepada Luqman Al-Hikmah.
Ar-Razi menerangkan dalam tafsirnya bahwa Hikmat itu ialah “sesuai diantara perbuatan dengan pengetahuan”. Maka tiap orang yang diberi taufiq oleh Allah sehingga sesuai perbuatannya dengan pengetahuannya, atau amal dengan ilmunya, itulah orang yang telah mendapat kurnia hikmat. Puncak hikmat yang didapati Luqman “bahwa bersyukurlah kepada Allah!”. Sebab itu Luqman terlepas dari bahaya kesesatan yang nyata. “Dan barang siapa yang kufur,” yaitu tidak bersyukur kepada Allah “maka sesungguhnya Allah adalah Maha Kaya” tidaklah akan kurang kekayaan Allah krn ada hambaNya yang tidak ingat padaNya, yang rugi adalah hamba itu sendiri.

Dalam ayat 13 inti hikmat yang telah dikaruniakan Allah telah disampaikan dan diajarkan Luqman kepada anaknya, sebagai pedoman utama dalam kehidupan.
“Wahai anakku! Janganlah engkau persekutukan Allah.”
“Sesungguhnya mempersekutukan itu adalah aniaya yang amat besar.”
Harus menanamkan keesaan Allah kepada anak-anak kita.
Memohon kepada Allah untuk dihindarkan hati dari syirik :
“Ya Allah jauhkan hamba dari syirik yang hamba ketahui dan yang tidak diketahui”

Ayat 14 menerangkan “Bahwa bersyukurlah kamu kepada Allah …..
Kita harus mengajarkan anak untuk terbiasa bersyukur, pertama bersyukur kepada Allah misalnya dengan mengucap “Alhamdulillah.” Guru terbaik adalah memberi contoh langsung dari sikap kita selaku orang tua untuk selalu bersyukur.

Lanjutan ayat 14 …dan kepada kedua orang tuamu.”
Setelah kepada Allah, bersyukur dan berbaktilah kepada kedua orang tuamu, sebab melalui jalan kedua ibu bapak itulah manusia dilahirkan ke muka bumi, terutama ibu yang sudah mengandung selama 9 bulan, menyusui dan mengasuh hal ini sesuai dengan hadist Bukhari & Muslim : pertanyaan seorang laki-laki siapa yang didahulukan diantara ibu & bapak, Rasul menjawab..“ibumu!” 3 kali dan keempat kalinya baru “bapakmu!”. Ini menunjukkan apabila kasih sayang kita dibagi empat misalnya, maka tiga perempat adalah buat ibu dan seperempat buat bapak.
Ayat 15 menerangkan bahwa :
Apabila orang tua kita menyarankan sesuatu kepada kita selaku anak sesuatu hal yang tidak sejalan dengan ajaran Islam, kita jangan mematuhinya tetapi kita harus tetap menggaulinya secara baik, artinya keduanya selau dihormati, disayangi, dan dicintai sepatutnya.
Bagi laki-laki yang telah menikah, perkataan yang harus didengar setelah Allah dan Rasul adalah ibunya, sedangkan wanita yang telah menikah, perkataan yang harus didengar setelah Allah dan Rasulnya adalah suaminya.

Ayat 16 : Murraqabatullah, Allah selalu mengawasi dan siap melindungi kita.
Sesungguhnya sekecil apapun amal dan dosa yang kita perbuat Allah akan mengetahui, sehingga tidak ada yang lepas dari perhitunganNya dan keadilanNya. Ayat ini amat penting untuk memperteguh hubungan batin insan dgn Tuhannya.

Al ‘Aliim : Allah maha mengetahui apa yang tampak oleh makhluk-Nya
Al Khabiir : Allah maha mengetahui apa yang tidak tampak oleh makhluk Allah termasuk malaikat. Misalnya niat, keikhlasan, riya, dengki, apa yang ada dalam hati manusia.
Setiap apa yang kita lakukan harus berdasarkan pada / mencari keridhaan Allah SWT, caranya dengan memperbaiki niat.

Ayat 17 : Aqimisshalah, dirikanlah shalat. “Wahai anakku! Dirikanlah shalat….
Ini untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah. Ajaklah anak-anak kita shalat sejak dini, sehingga mereka akan terbiasa melakukan kewajiban tersebut.

Lanjutan ayat 17 : ….dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf,….
Ajarkan anak untuk selalu berbuat baik yang dimulai oleh perbuatan kita.

Lanjutan ayat 17 : …. dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar ….

Lanjutan ayat 17 : …. dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu…
Sesungguhnya pahala bagi orang-orang yang sabar itu tidak ada hitungannya. Kunci dari segala keberhasilan adalah dengan bersabar.

Ayat 18 menerangkan bahwa : “Dan janganlah kamu memalingkan muka kamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. Ajarkan anak budi pekerti, sopan santun dan akhlak yang tertinggi.

Ayat 19 : “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu…
Bersikaplah sederhana dan biasakan bersuara lemah lembut sehingga hal tersebut akan menjadi contoh dan kebiasaan anak kita.

Bahasan tanya jawab :

Menyembah Allah secara ihsan : merasa pada saat ibadah senantiasa di awasi Allah.

Khitan adalah sunat muakkad tidak tercantum dalam Al Qur’an akan tetapi ada dalam Hadist. Hal ini sama tujuannya dengan membersihkan bulu ketiak dan kemaluan yaitu untuk kebersihan dan kesehatan.

Ibnu Syirin adalah seorang ulama Tabi’in yaitu yang dapat menafsirkan mimpi.
Mimpi ada 3 macam :

  • Merupakan pesan dari Allah
    Contohnya :

    • mimpi nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya
    • mimpi nabi Yusuf yang mellihat sebelas bintang, matahari dan bulan sujud padanya
  • Merupakan bunga tidur yang tidak ada pesan
  • Kerjaan syetan

Mimpi tidak boleh jadi tuntunan hidup karena akan menjadikan syirik.

Perbanyaklah do’a karena do’a itu dapat mengubah takdir, kita tidak mengetahui takdir kita maka kita berharap do’a kita dapat menyesuaikan (taufiq) sesuai dengan keinginan kita.


Hari / tanggal : Minggu / 14 Januari 2007
W a k t u : Pk. 11:30 – 17:00
T e m p a t : Grüntalstrasse 26, CH 8405 Winterthur (Keluarga Zulkarnayn)
Penyampai Materi : Desrial Anwar (bang Aal)
Dihadiri oleh :
1. Bpk. Agung
2. Almanda
3. Ari
4. Ayu
5. Desy
6. Dian
7. Esti
8. Grace
9. Hanni
10. Kiky
11. Nur
10. Oky
11. Rita
12. Susan
13. Wahyuni
14. Wilda

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Assalamualaikum,

Saya Mawar, usia 22 tahun,ibu rumah tangga sekaligus mahasiswi.Saya sedang menghadapi masalah berkenaan dengan adik ipar saya. Saya baru menikah bulan februari lalu. Tapi adik suami saya ikut tinggal bersama kami. sebut saja si-A(laki-laki). dia berusia 17 tahun. saya tidak mempermasalhkan siapapun yang tinggal bersama kami, tapi yang menjadi masalah adalah kepribadian atau ahlak dari si-A yang sangat tidak senonoh.tidak mau sholat,tidak mau sekolah lagi meskipun sudah dipaksa(hanya tamatan smp),sombong,senang berganti-ganti pacar baik yang muslim maupun yg non-muslim,sering masuk rumah tanpa membuka sepatu,membawa teman-temannya kerumah dan terkadang juga tidak membuka sepatunya,pergi dari rumah tanpa minta izin,meminjam barang-barang pribadi saya dan suami tanpa minta ijin,seperti HP,pakaian,dll.teman-nya sering datang pagi-pagi sekali(jam 4 pagi.dan ini dangat mengganggu waktu istirahat saya karena saya harus kuliah pagi)sering berkata kotor,Sering membelanjakan uang omset toko dengan sangat berlebihan sehingga kami kesulitan membayar tagihan. tapi jika kami beritahu dia hanya diam dan seterusnya tidak menjalankan saran-saran saya.Intinya dia tidak dapat menghormati dirinya sendiri apalagi menghormati orang lain. saya ingin sekali merubah ahlak si-A agar menjadi anak yang berahlak mulia. karena saya sudah mulai kesal dengan ulahnya. dan ini sangat tidak baik untuk kelangsungan rumah tangga saya karena saya cenderung lebih cepat marah dan stress dirumah. saya memang menyalahkan orangtuanya yang terlalu memanjakan si-A. semua kehendaknya selalu dituruti. saya dan suami malah berniat ingin mengusir dia dari rumah jika dia terus seperti itu, tapi kami memikirkan perasaan ibu mertua yg over lover terhadap anak bungsunya.
Saya sangat mengharapkan bantuan secepatnya kepada siapa saja yang dapat memberikan saran kepada saya untuk menyelesaikan masalah ini, karena saya tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi si-A.
Terimakasih yg sebesar-besarnya saya ucapkan atas bantuannya.
email : retshu_silly@yahoo.com

Wassalam,
Mawar