Percikan Iman, 24.03.2007 (Mari Merenung)
Tema : Mari merenung
Acuan untuk merenung :
- Surat Ali Imran : 191
- Surat Ad-Dukhan : 38 – 39
- Surat Shaad : 29
- Surat Al-Mulk 3 – 4
Surat Ali Imran : 191 yang dimulai dengan ayat 190 diterangkan bahwa kekuasaan Allah yang meliputi langit dan bumi itu hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang melihat dan merasakan setiap kejadian lalu memikirkannya dan mengingat kepada penciptanya yaitu Allah SWT dengan berdzikir, maka bertemulah dua hal yang tidak terpisahkan yaitu berfikir dan berdzikir. Dengan kedua hal tersebut kita menyadari betapa lemah dan kecilnya diri kita di hadapanNya, oleh karena itu dengan tawakkal dan ridha, menyerah dan mengakui kelemahan diri di hadapan kebesaran Allah akan menimbulkan taat dan patuh kepada-Nya.
Surat Ad-Dukhan : 38 – 39 mengandung makna bahwa semua yang ada di langit dan di bumi diciptakan Allah tidak dengan main-main melainkan diciptakan dengan sangat teliti dan semua itu ada tujuannya. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya karena mereka tidak mau memikirkan tentang ciptaan Allah tersebut melainkan hanya sibuk memikirkan diri sendiri saja.
Surat Shaad : 29 yang artinya: Sebuah kitab yang telah Kami turunkan kepadamu membawa berkah, ….maksud kitab di sini adalah Al-Qur’an yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW.
….supaya mereka renungkan ayat-ayatnya, dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.
Cara menghormati Al-Qur’an hendaknya orang-orang yang berakal merenungkan makna dari Al-Qur’an tersebut dan hendaknya mereka mengingat akan pesan-pesan yang disampaikannya, dengan demikian akan tercapai nilai hidup yang lebih tinggi dan mulia, karena iman, percaya dan yakin akan adanya kebenaran dan keadilah Allah.
Apabila pemikiran kita hanya digunakan untuk rutinitas dan hanya tertuju pada diri sendiri maka dikhawatirkan mengarah kepada hal-hal yang berbahaya seperti :
- Akan memikirkan kesenangan orang lain / dengki terhadap kesenangan orang lain, ini merupakan dengki tingkat rendah
- Dengki nomor 2 : berfikir bagaimana kita bisa memperoleh kesenangan seperti orang lain
- Dengki nomor 3 yang paling berbahaya : berfikir bagaimana caranya kita bisa memperoleh kesenangan/keberhasilan sementara orang lain tidak memperolehnya.
Dalam perjalanannya manusia akan mengalami :
- hidup 2 kali bisa 3 kali,
- hidup ke-1 selama di dunia
- hidup ke-2 di alam Barzah
- dan pada saat dibangkitkan kembali setelah hari kiamat akan ada perhitungan bagi yang banyak melakukan kebaikan maka akan memasuki kehidupan ke-3 dalam syurga sedangkan bagi yang banyak melakukan keburukan maka dia tidak akan hidup dan tidak akan mati dalam neraka
- mati 2 kali, yaitu mati ke-1 kematian di alam ruh dan mati ke-2 kematian di dunia
Surat Al-Mulk : 3 – 4 menerangkan bahwa tidak ada satupun ciptaan Allah yang tidak benar, semuanya dijadikan dengan sangat teratur dan tersusun rapi. Maka berbahagialah manusia yang diberi akal dan perasaan halus untuk memikirkan dan merasakan nikmat ciptaan Allah dan kekayaanNya yang terbentang kemana saja mata memandang. Hal ini tidak sebanding dengan permintaan Allah kepada kita yang hanya meminta taat dan patuh saja kepadaNya. Taat & patuh tidak diatur oleh Allah melainkan oleh diri kita sendiri, karena kita diciptakan Allah dengan diberi akal, nafsu dan kebebasan memilih antara yang baik dan buruk.
Mudah-mudahan dengan adanya acuan merenung di atas, dapat mengurangi/menghilangkan kebiasaan berfikir yang hanya terpusat untuk diri sendiri saja.
Faktor yang membuat enggan untuk berfikir :
- Suka mengikuti trend (orang lain)
Hal ini akan membuat kita tidak berfikir sama sekali karena yang ada dalam fikiran kita hanya trend yang ada dan kita hanya ikut-ikutan saja. Sebaiknya apabila kita mengikuti trend maka yang dilihat adalah unsur manfaatnya, artinya kita berfikir bagaimana kita memanfaatkan trend yang ada, sehingga menjadikan kegiatan kita efektif dan efisien. - Malas
Merupakan penyakit yang tidak ada obatnya oleh karena itu kita harus berusaha agar terhindar dari faktor ini. - Lari dari kenyataan
Apabila ada permasalahan tidak mencoba untuk menyelesaikannya tetapi malah berusaha untuk melupakannya, hal ini sangat berbahaya karena tidak hanya akan merugikan diri sendiri tapi juga bisa merugikan orang lain dan tidak hanya merugikan kehidupan dunia tapi juga akhirat. Seharusnya setiap permasalahan yang ada difikirkan dan dihadapi, karena setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya yang akan diketahui/disadari dibelakang hari. - Terlena oleh rutinitas sehari-hari
Walaupun kita disibukkan oleh kegiatan rutin sehari-hari, usahakanlah tetap memikirkan sesuatu yang dapat menghasilkan lebih baik dari apa yang kita lakukan saat ini.
Anggapan ini seringkali terjadi dengan ucapan „gitu-gitu aja dipikirin“ padahal hal ini akan membuat otak kita tidak terbiasa berfikir dan akhirnya akan menjadi tumpul.
Kita harus berusaha menghilangkan kelima faktor di atas, tentunya dengan membiasakan berfikir.
Kapan mestinya berfikir ?
- Ketika bangun dari tidur…..
Do’anya: Alhamdulillaahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaa tanaa wa ilayhinnusyuur
Artinya Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami. Kepada-Nyalah kami akan kembali
Pada saat bangun tidur kita bersyukur masih diberi waktu untuk menambah perbuatan baik kita dan mulai berfikir tentang rencana kegiatan yang akan dilakukan pada hari ini. - Ketika dalam perjalanan…….
Do’anya: Subhaanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun
Artinya Maha suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini kepada kami, padahal kami tiada kuasa menundukkannya. Dan sesungguhnya hanya kepada Tuhan kami pasti kembali. - Di siang hari ……
Ditengah-tengah kesibukan kita istirahat dulu, tafakur dulu dengan menjalankan shalat Dhuhur. - Sedang bekerja……
Dalam proses bekerja tetap kita berfikir tentang hal-hal yang bisa lebih memajukan, mengefektifkan dan mengefisienkan pekerjaan kita. - Sedang makan…..
Do’a sebelum makan: Allaahumma baa rik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa ’adzaa bannaar
Artinya Ya Allah berkahilah kami dalam rizki yang telah Engkau limpahkan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka.
Dengan do’a ini kita meminta kepada Allah jangan sampai makanan kita membawa kita ke dalam api neraka. Makanan yang diharapkan Allah adalah makanan yang halal dan baik. - Sebelum tidur….
Do’anya: Bismika allaahumma ahya wa bismika amuut
Artinya Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu pula aku mati.
Kesimpulan :
- Kita harus membiasakan diri untuk berfikir
- Membaca adalah latihan yang sangat tepat untuk melatih diri agar berfikir
Sebagaimana wahyu pertama Allah kepada nabi Muhammad SAW; Iqra….. - Meminta kepada Allah SWT agar Allah senantiasa mengarahkan kita untuk selalu berfikir, berdzikir kepada-Nya.
Do’anya mempunyai arti: Ya Allah tolonglah aku agar senantiasa berdzikir kepada-Mu dan mensyukuri-Mu dan selalu beribadah dengan baik kepada-Mu. - Mendapatkan nikmat dan kebahagiaan di dunia dan akhirat
Tanya Jawab :
Tanya :
Dalam perjalanan ke Indonesia di pesawat saya suka banyak berfikir takut akan kematian apabila terjadi sesuatu dalam perjalanan itu. Apakah berfikir takut akan kematian itu benar ?
Jawab :
Takut mati itu salah, karena bagaimanapun juga kita itu akan mengalami dan sedang menuju kesana. Seharusnya yang kita lakukan adalah mempersiapkan kematian itu, apa yang bisa menjadi bekal kita nanti, itu yang paling penting.
Tanya :
Apabila kita meninggal di Swiss apakah akan ada yang mengurus & menshalatkan ?
Jawab :
Insya Allah akan ada yang mengurus dan menshalatkan, dan juga shalat jenazah apabila tidak bisa dishalatkan dengan jenazahnya bisa juga shalat ghaib yaitu shalat jenazah tanpa ada jenazahnya, misalnya jenazah di Swiss, dishalatkan di Indonesia.
Tanya :
Apakah penguburan jenazah dengan menggunakan peti diperbolehkan dalam Islam ?
Jawab :
Rasul tidak menyarankan, melainkan langsung dengan kain kafan, karena semakin bersentuhan dengan tanah makin cepat pembusukannya.
Masalah ini sudah ada yang mencarikan solusinya yang merupakan hasil fikiran orang muslim yang sudah lama tinggal di Swiss, karena tidak bisa dikebumikan langsung hanya dengan kafan, maka diambillah tanah yang sudah dikepal dimasukkan ke dalam peti, hal ini dimaksudkan agar proses pembusukan terjadi lebih cepat.
Kremasi dalam Islam tidak boleh, karena pada dasarnya yang meninggal sama dengan yang hidup bisa merasakan sakit.
Tanya :
Dari kesimpulan no.3, sebenarnya mana yang merupakan awalan apakah berfikir atau berdzikir atau berfikir merupakan bagian dalam berdzikir ?
Jawab :
Dzikir itu akan hilang artinya kalau tidak dengan berfikir, jadi kita dahulukan berfikir/merenungkan/memahami ciptaan Allah lalu mengingat penciptanya dengan berdzikir, tentunya dengan berdzikir kita harus berusaha mengaplikasikannya. Dzikir itu merupakan gabungan dari dzikir lisan dan dzikir fikiran
Tanya :
Rumah tangga teman saya saat ini sedang menghadapi cobaan, istri dan mertua si istri selalu menceritakan tentang kondisi rumah tangganya tersebut, kemudian saya jadi bingung, apabila saya meminta saran kepada teman lain tentunya dengan menceritakan kondisi yang saya tahu, apakah saya terbilang membicarakan kejelekan orang lain ?
Jawab :
Tidak, apabila kita menceritakan kembali tentunya hanya kepada orang yang lebih bijak atau lebih berpengalaman dari kita dan mempunyai tujuan positif yaitu untuk mendapatkan jalan penyelesaian yang baik dan dengan tidak menyebutkan nama yang mempunyai masalah sehingga aibnya tidak diketahui orang lebih banyak lagi.
Untuk hal-hal seperti ini, kita harus mengetahui betul duduk permasalahannya dan harus dari kedua belah pihak, apabila kita tidak yakin bisa memberi solusi terbaik, maka paling tidak kita mendengarkan keluhannya itupun akan meringankan bebannya. Menyingkirkan duri dari jalan saja besar pahalanya, apalagi bila kita bisa memberi solusi bagi orang yang sedang dalam kesulitan.
Tanya :
Apabila kita shalat tetapi tidak mengerti bacaannya, apakah shalatnya jadi mubajir?
Jawab :
Mubajir tidak, tapi kemampuan harus kita tingkatkan terus tentunya dengan pembelajaran yang lama kelamaan akan meningkatkan kualitas ibadah kita. Tidak dari tahun ke tahun kemampuan kita hanya segitu-gitu saja tanpa ada kemajuan yang berarti.
Masukan untuk percikan iman yang akan datang :
Mempelajari tata cara mengurus dan menshalatkan jenazah
Belajar Iqra ± ½ jam sebelum penyampaian materi oleh bang Aal.
Hari / tanggal : Sabtu / 24 Maret 2007
W a k t u : Pk. 12:30 – 18:00
T e m p a t : Wilenstrasse 12, 9404 Rorschacherberg
Penyampai Materi : Desrial Anwar (bang Aal)
Dihadiri oleh :
1. Ade Kusmana
2. Ani Müller
3. Dian Tormen
4. Evi Schwarz
5. Grace Tedjasukmana
6. Novi Bont
7. Oky Tedjasukmana
8. Rita Dotzler
9. Tati Ösch
10. Wahyuni Eggmann
11. Yudhia Muhm
12. Yulia Bosshart



