Percikan Iman, 22.04.2007 (Mu’min Sejati)


Tema : Mu’min Sejati

Berdasarkan surat Al-Anfal ayat 2 & 3, disebutkan bahwa :
Ciri-ciri orang mu’min yang sempurna ada 5, yaitu :

  1. Apabila disebutkan/diingatkan kepadanya akan Allah, maka hatinya akan bergetar
  2. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, akan bertambah keimanannya
  3. Bertaqwa kepada Allah
  4. Yang mendirikan shalat
    Shalat merupakan tanda bahwa kita berserah diri kepada Allah, karena di dalamnya ada ungkapan penyerahan diri terhadap Allah
  5. Senantiasa memberikan infaq dari rizki yang Allah berikan kepadanya.
    Belum pernah ada orang yang jatuh miskin karena banyak berinfaq dengan betul-betul karena Allah. Seperti yang Allah katakan dalam surat Al-Baqarah bahwa :
    Orang yang meng-infaq-kan hartanya di jalan Allah itu seperti orang yang menanam 1 biji, dari biji tersebut tumbuh 1 pohon yang memiliki 7 cabang, masing-masing cabang mempunyai 7 ranting lagi.
    Allah itu memberikan ganjaran kepada yang berinfaq bisa menjadi 700 kali lipat bahkan Allah bisa melipatgandakan lagi lebih dari itu bila Dia menghendaki.

Yang disebut orang mu’min bukanlah orang yang hanya duduk saja di mesjid melainkan harus memiliki ke-5 ciri tersebut di atas.

Surat Al-Anfal ayat 24, yang artinya :
“ Wahai orang-orang yang beriman! Jawablah panggilan Allah dan Rasulnya……..
Panggilan dari Allah itu banyak sekali dalam Al-Qur’an, contohnya semua kalimat yang diawali dengan Yaa ayyuhalladziina aamanuu……contohnya :

Yaa ayyuhalladziina aamanuu kutiba ’alaikumussiam yang artinya wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepada kamu berpuasa.

Yaa ayyuhalladziina aamanuu taqullah wa qulu kaulan syadida yang artinya wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan ucapkanlah kata-kata yang baik.

Yaa ayyuhalladziina aamanuu taqullaha haqqa tuqati wala tamutunna illa wa antum muslimuun yang artinya wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenarbenarnya taqwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam.

Yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullah watandzurnafsunmaa qaddamaslihat yang artinya wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah lihatlah apa yang telah engkau lakukan selama hidupmu untuk persiapan nanti di hari depan.

Allah mengatakan jawablah/sambutlah atas panggilan-panggilan kepada orang beriman yang mempunyai ke-5 ciri tersebut di atas.

Dalam ayat ini juga disampaikan bahwa Allah itu maha mengetahui apa-apa yang terdetik di hati hamba-Nya dan ketahuilah bahwasanya nanti kalian semua akan dikumpulkan kepada Allah SWT. Apabila semua orang sudah menyadari hal ini maka setiap orang tidak akan berani berfikiran jahat dan dengan begitu akan tercipta kedamaian sebagaimana yang dimaksud dengan
Islam/salam.

Ada hadist Rasul : Innamal ’amalu binniyat yang artinya sesungguhnya amal perbuatan kita itu dinilai oleh Allah berdasarkan niatnya.

Surat Al-Anfal ayat 25 yang artinya : Takutlah terhadap fitnah/bencana yang tidak hanya akan menelan korban orang-orang yang jahat saja, dan ketahuilah bahwasanya Allah itu hukumannya sangat pedih.
Fitnah disini artinya musibah atau bencana.
Oleh karena itu untuk menghindarinya, kita harus senantiasa saling memberikan nasihat dalam kebaikan dan kesabaran, yang sadar harus mengingatkan yang tidak sadar.

Ada 3 cara untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi di depan mata yang sesuai dengan ajaran Rasul :

  1. Dengan tangan maksudnya dengan kekuasaan yang dimiliki, tapi apabila kita tidak kuasa lakukan cara ke-2.
  2. Dengan lidah / dengan menyampaikan nasihat, apabila tidak mampu juga dengan cara ini karena segan atau karena kita lebih muda, maka minimal kita melakukan cara ke-3
  3. Dengan hati artinya kita tidak setuju dengan perbuatan mungkar tersebut

Mudah-mudahan dengan adanya pengajian ini kita bisa saling tausyiah artinya saling memberikan nasihat/masukan. Orang yang diberi nasihat harus menerima apa yang disampaikan dan yang menyampaikan harus menggunakan cara terbaik agar tidak menyinggung perasaan.

Imam Ali pernah mengatakan kalau seandainya ada kata-kata hikmah yang keluar dari mulut anjing sekalipun akan aku ambil. Apalagi kalau kata-kata hikmah itu keluar dari manusia, kita tidak perlu melihat siapa yang menyampaikan tapi harus dilihat isi yang disampaikannya, apabila itu benar, kita ambil karena yang akan menjadi baik adalah diri kita yang mau mengambil pelajaran.

Tanya Jawab :

Tanya :

Mengenai nama-nama surat dalam Al-Qur’an, darimana sebetulnya penamaan/judul surat-surat tersebut?

Jawab :

Dulunya mengenai judul surat-surat itu tidak semuanya ulama sepakat karena Rasul tidak menetapkannya, hanya Rasul itu mentiqrar/membacakan Al-Qur’an sesuai dengan apa yang dibacakan Jibril setiap Ramadhan. Jadi penamaan surat-surat Al-Qur’an itu tidak langsung dari Rasul melainkan para sahabat Rasul yang berembuk pada saat pengumpulan Al-Qur’an menjadi mushaf.
Adapun penamaan surat-surat tersebut bisa berbeda-beda, jadi bisa diambil dari kisahnya,atau diambil dari penekanan surat tersebut, atau hal lainnya.
Contohnya :
Al-Anfal diambil dari awal-awal surat yang menyinggung tentang harta rampasan perang
Al-Maidah diambil dari kisah yang monumental pada surat tersebut yaitu tentang hidangan yang diturunkan Allah, yang merupakan salah satu mu’jijat nabi Isa.

Tanya :

Islam kita itu sunni/sunnah atau syi’i/syi’ah?

Jawab :

Di Indonesia pada umummnya adalah Islam sunnah
Adapun perbedaan yang mendasar antara keduanya adalah :
Islam sunnah mengakui bahwa tidak ada wasiat yang Rasul berikan setelah beliau wafat, tentang siapa yang harus menjadi pemimpin setelah Rasul
Syi’ah berpandangan bahwa seharusnya yang menjadi khalifah setelah Rasul adalah Ali karena Ali sepupu dan menantunya dan merupakan keluarga dan kerabat yang ada hubungan darah.
Pendapat syi’ah yang paling salah adalah bahwa Ali seharusnya menjadi nabi.
Setiap hadist yang diriwayatkan oleh bukan dari keturunan Rasul, syi’ah tidak mau menerima.

Hari / tanggal : Minggu / 22 April 2007
W a k t u : Pk. 12:00 – 17:00
T e m p a t : Schorenstrasse 33, 9000 St. Gallen
Penyampai Materi : Desrial Anwar (bang Aal)
Dihadiri oleh :
1. Bpk. Agung
2. Ani Müller
3. Dadan
4. Evi Schwarz
5. Grace Tedjasukmana
6. Leli Van der Luijt
7. Novi Bont
8. Oky Tedjasukmana
9. Rita Dotzler
10. Wahyuni Eggmann
11. Yudhia Muhm

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!