Pengajian An-Nuur Bern, 16.06.2007
Bissmillah-Rahmaan-Rahiim.
Pengajian kali ini merupakan pembahasan lanjutan dari beberapa ayat dalam surah At-Taubah.
Ayat 97:
Orang-orang Badwi itu lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan wajar kalau mereka lebih tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Orang Badwi adalah orang arab yang berdiam dipadang pasir yang hidupnya selalu berpindah-pindah dan sangat terkenal bahwa mereka sangat susah diatur, sangat keras kepala yang bisa menjadikan salah satu sebab mengapa Allah SWT menurunkan Al-Quran disana.
Ayat 101:
Diantara orang-orang Badwi disekelilingmu itu ada orang-orang munafik, dan juga diantara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
Dalam surat ini sangat jelas bahwa kita tidak dapat melihat atau mengenal orang-orang yang munafik karena kepintaran mereka berbalik kata, dimana mereka berbaik muka dihadapan kita dan berlaku jahat dibelakang kita, dan Allah mengazab orang-orang yang munafik ini dua kali lipat yaitu karena keingkaran dan karena kebohongan mereka. Audzubbillah.
Ayat 102:
Dan adapula orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampur adukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dalam ayat ini dapat kita lihat Allah menjelaskan kepada kita bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan agar kita tidak berputus asa karena perbuatan-perbuatan buruk kita. Kita adalah manusia yang selalu mencampur adukkan perbuatan yang baik dan buruk, janganlah kita berputus asa tapi segeralah kita menyadari dan mengakui kesalahan-kesalahan kita dan memohon ampunan dari Allah SWT. Semoga Allah mengampunkan semua kesalahan-kesalahan kita, amin.
Ayat 103 diwajibkan oleh Allah SWT kepada kita untuk membayar zakat karena zakat membersihkan kita dari kekikiran dan kecintaan yang berlebihan terhadap harta benda.
Dalam ayat ini kita juga diajarkan oleh Allah SWT apa yang seharusnya kita lakukan apabila kita melihat ada orang-orang yang masih juga belum ingin membayar zakat, yaitu kita tidak boleh mencela mereka melainkan agar kita mendo’akan mereka karena do’a tersebut merupakan ketentraman bagi jiwa mereka.
Mendo’akan orang lain bukanlah hanya dalam pembayaran zakat saja, namun juga dalam masalah sehari-hari, juga dalam keluarga, apabila kita melihat saudara seiman kita berbuat kesalahan agar kita do’akan dia semoga Allah menunjukkannya jalan yang benar.
Ayat 103:
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, denga zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdo’a-lah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui
Ayat 104:
Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hambanya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang?
Semoga ayat diatas menjadi renungan yang dalam bagi kita semua betapa agungnya Allah dengan kasih sayangnya kepada kita hamba-hambanya yang jahil. Subhanallah.
Ayat 111:
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuuh atau terbunuh (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah didalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
Ayat 122:
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya kemedan perang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya agar mereka dapat menjaga diri.
Dalam dua ayat diatas diinginkan oleh Allah agar orang-orang mukmin pergi kemedan perang untuk membela agamanya, namun juga diwajibkan kepada orang-orang mukmin agar dapat berbagi tugas terutama dalam hal pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan dalam Islam bahkan Allah menganjurkan agar tidak semua mukmin berangkat kemedan perang.
Demikian pembahasan dari ayat-ayat dalam surat At-Taubah yang dilanjutkan dengan pembahasan beberapa ayat dalam surat Yunus.
Ayat-ayat dalam surat Yunus yang terbahas minggu ini adalah: Dari ayat 7, 8 dan 9 yaitu Allah berfirman tentang Ma’wa yaitu tempat kembali. Disebutkan oleh Allah bahwa orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Allah dan merasa puas dengan kehidupan dunia dan merasa tentram dengan kehidupan dunia itu maka baginya disediakan oleh Allah tempat di neraka.
Sedangkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh maka Allah akan memberikan petunjuk kepada mereka dan tempat mereka adalah didalam syurga yang megalir sungai-sungai dibawah mereka dan penuh dengan kenikmatan.
Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang beriman dan beramal saleh, Amin ya Rabbal ‘Alamin.




