Marhaban Ya Ramadhan


Bandung, Ramadhan 1428/September 2007, oleh: Lia Fakhriyah.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti oleh Rasulullah SAW dan para shahabatnya. Demikian pula kaum muslimin yang telah merasakan manisnya iman. Bimbo mengabadikan kerinduan kepada bulan Ramadhan dalam lagunya.

… Setiap habis Ramadhan
Hamba rindu kembali padanya….

Kenapa? Berikut beberapa hal yang menjadikan Ramadhan selalu dinanti.

  • 1. Berlipatnya pahala di bulan Ramadhan.
    Setiap manusia ingin bahagia di dunia, sehingga mereka berupaya keras dengan mengumpulkan berbagai hal yang dapat memuaskan keinginan mereka. Jika ada barang murah, berhadiah, barang diskon, pasti barang tersebut diburu. Seorang muslim pasti ingin bahagia pula di kehidupan ”after life”nya. Caranya adalah dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya pahala sebagai bekal di kehidupan tersebut. Janji Allah SWT kepada hambaNya yang bertaqwa adalah memberikan pahala yang berlipat dalam salah satu bulan yaitu bulan Ramadhan. Jika dalam bulan yang lain kita melaksanakan kewajiban hanya dapat 1 pahala maka dalam bulan Ramadhan kita mendapatkan 70 sampai dengan 700 kali lipat. Jika kita membaca AlQur’an satu hurufnya dibalas dengan 1 pahala maka dalam bulan Ramadhan dibalas dengan 10 pahala untuk 1 huruf. Bayangkan … membaca Bismillaahirrohmaanirrohiim saja sudah berapa pahala yang dikumpulkan. Jika dalam bulan biasa aktifitas sunnah dibalas dengan pahala sunnah maka di bulan ramadhan dibalas dengan pahala seperti melaksanakan aktifitas wajib.
    Apakah keinginan untuk mendapatkan pahala atau surga menjadikan kita tidak ikhlas dalam berbuat ? Insya Allah tidak. Kenapa ? Karena pahala yang disebutkan adalah janji dari Allah SWT. Dengan kata lain kita berharap pada janji Allah SWT, yang tentunya berarti berharap pada Allah SWT juga.
  • 2. Masa ”pemutihan” dosa
    Sebagai manusia yang tidak pernah luput dari dosa, kita berharap bahwa dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah SWT. Janji Allah SWT pula bahwa bulan Ramadhan adalah salah satu waktu yang disediakan oleh Allah SWT untuk mohon ampunanNya.Beberapa hadits tentang hal ini adalah : 1 (hadits riwayat Ahmad dan ash-habus Sunan : ”Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu”) 2 (hadist riwayat Muslim : ”Shalat yang lima waktu, Jum’at ke Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan kesalahan-kesalahan yang terdapat di antara masing-masing selama kesalahan besar dijauhi”)
  • 3. Bulan yang memiliki satu malam yang lebih baik daripada 1000 bulan
    Malam itu adalah malam Lailatul Qadar. Firman Allah swt surat Al Qadr : 1-3 yang artinya : ”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya – yaitu Al Qur’an – pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu ? Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.” Rasul SAW menyuruh kita mencarinya di malam ganjil setelah tanggal 20 Ramadhan (hadits riwayat Ahmad : ”Barangsiapa mencarinya, hendaklah dicarinya pada malam kedua puluh tujuh!”). 1000 bulan beribadah artinya + 83 tahun beribadah. Umur manusia saat ini jarang yang mencapai usia tersebut. Apalagi dikurangi masa kanak-kanak dan usia senja yang sulit untuk beribadah maksimal. Berarti ini adalah kesempatan emas yang Allah SWT berikan untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Bayangkan jika kita dalam tahun ini bisa memperoleh malam lailatul qadar, maka sudah ada simpanan/tabungan pahala selama 83 tahun. Oleh karena itu Ramadhan senantiasa dinanti agar tabungan pahala kita terus bertambah, sebagaimana kita meinginkan tabungan uang kita selalu bertambah.
  • 4. Meningkatkan ketaqwaan
    Dalam surat al Baqarah : 183 yang artinya : ” Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertaqwa.”
    Perintah Shaum agar menjadikan manusia tersebut bertaqwa. Dalam bulah Ramadhan kita melatih diri untuk menjadi manusia yang bertaqwa. Kita melatih diri dengan menahan diri selama siang hari dari hal-hal yang dihalalkan di bulan-bulan lain. Diharapkan dalam 11 bulan yang lain kita mampu untuk menahan diri dari hal-hal yang diharamkan. Demikianlah setiap tahun kita diberi waktu oleh Allah SWT untuk latihan. Agar setiap tahun kita bisa menjadi lebih baik.

Agar kita bisa mengisi Ramadhan tahun ini dengan baik, beberapa hal yang bisa dipersiapkan atau menjadi amalan Ramadhan :

  • 1. Menggosok gigi.
    Hukumnya sunnah dan tak ada perbedaan antara waktu pagi dan sore.
  • 2. Murah Hati, Tilawah/Membaca dan Mempelajari Al Quran.
    Hadits Riwayat Bukhari : “Rasulullah s.a.w adalah orang yang paling dermawan, dan sifat dermawannya itu lebih menonjol pada bulan Ramadhan yakni ketika ia ditemui oleh Jibril. Biasanya Jibril menemuinya pada setiap malam bulan Ramadhan, dibawanya mempelajari Al Qur’an. Maka Rasulullah s.a.w lebih murah hati melakukan kebaikan daripada angin bertiup.”
    Membaca Al Qur’an berpahala, dan akan lebih besar lagi jika kita mempelajarinya. Karena Al Qur’an diturunkan pertama kali pada bulan Ramadhan dan fungsi Al Qur’an adalah pedoman hidup kita. Jika kita memiliki sebuah benda pasti ada petunjuk peggunaannya, dan diharapkan kita mempergunakannya sesuai petunjuk agar benda tersebut bisa berfungsi dengan baik dan tidak cepat rusak. Demikian pula dengan manusia, tanpa menggunakan petunjuk maka akan tidak sesuai dengan tujuan penciptaan dan tidak akan berfungsi dengan baik. Bukti yang bisa kita lihat kondisi dunia sekarang, dimana-mana terjadi kerusakan karena pedomannya tidak dipahami, diabaikan dan ditinggalkan. Dalam belajar Al Qur’an dan penerapannya perlu sabar, ”take your time”, “step by step”, jangan terburu-buru agar tidak bosan dan malas. Gunakan pepatah ”sedikit demi sedikit akhirnya menjadi bukit”, hanya hati-hati jangan sampai jalan di tempat.
  • 3. Giat beribadah pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan.
    Hadits riwayat Bukhari dan muslim : ”Bahwa Nabi s.a.w bila telah masuk puluhan terakhir dari bulan Ramadhan, diramaikannya waktu malam, dibangunkannya keluarganya dan diikat-eratnya kain sarungnya.” Do’a di malam lailatul qadar (bisa untuk do’a di waktu selainnya pula pada bulan Ramadhan) : Allaahumma innaka ’afuwwun tuhibbu ’afwa fa’fu’anni
  • 4. Menjaga hati, lisan dan perbuatan.
    Hadits riwayat Bukhari dan Abu Daud : ” Puasa itu merupakan benteng. Maka jika salah seorang diantaramu berpuasa, janganlah ia berkata keji dan mencaci maki. Seandainya ada orang yang mengajaknya berkelahi atau mencaci-makinya, hendaklah dikatakannya: ”Saya ini berpuasa” dua kali. Demi Tuhan yang nyawa Muhammad berada dalam tanganNya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari bau kesturi, -firmanNya- : ”Ditinggalkannya makan-minum dan nafsu-sahwatnya karena Daku. Puasa itu adalah untukKu, dan Aku akan memberinya ganjaran, sedang setiap kebajikan itu akan mendapat ganjaran sepuluh kali lipat.” Jangan sampai kita terkategori orang yang merugi, yaitu tidak dapat apa-apa dari shaum kecuali hanya lapar dan haus. Dengan shaum kita berusaha untuk mengendalikan emosi kita, antara lain rasa marah.

Demikian tulisan singkat ini dibuat, mohon jangan tersinggung, mohon jangan ada perasaan digurui. Jika muncul kesan tersebut mohon dimaafkan karena keterbatasan kemampuan untuk mengungkapkan. Saran dan pertanyaan akan sangat bermanfaat bagi penulis untuk mengembangkan kemampuan.

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!