Percikan Iman, 18.11.2007 Bahasan Taubatan Nashuha


Dirangkum oleh : Dian Frey

Bahasan QS.66 At-Tahriim ayat 8-12:

Ayat 8: Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Ajakan Allah SWT kepada orang beriman untuk bertaubat adalah taubat nashuha.

Taubat nashuha memiliki tiga syarat:
1. Meninggalkan dosa yang diperbuat. Contoh dosa terhadap Allah SWT: meningggalkan sholat, syirik, berbohong, tidak  percaya takdir.
2. Harus menyesali dosa yang diperbuat atau yang telah dilakukan dan tidak mengungkit-ungkitnya lagi
3. Berniat untuk tidak mengulangi dosa atau kesalahan yang sama.Ketiga syarat tersebut berlaku atas hubungan antara manusia dengan Allah SWT.

Bila perbuatan dosa dilakukan atas manusia lain (hubungan antar manusia), harus ditambah dengan syarat kempat, yaitu:
4.  Dia harus minta dihalalkan oleh orang yang dia lukai; atau meminta maaf kepada orang yang dirugikan, sampai dimaafkan.
Misalnya: menggunjing, mengolok-olok, atau menghina orang lain. Sementara orang yang bersangkutan sakit hatinya. Agar kita bisa taubat dari dosa itu, tidak cukup hanya minta ampunan kepada Allah SWT tapi juga minta maaf kepada orang yang bersangkutan.

Kembali kepada Surat At Tahriim ayat 8, manfaat taubat bukan saja diberi pahala dan diampuni dosanya oleh Allah SWT, tetapi merupakan jalan menuju surga di hari akhir/kiamat, saat Allah SWT mengagungkan dan memuliakan para nabi dan orang-orang yang beriman. Orang yang beriman wajahnya akan memancarkan cahaya karena dosa-dosanya telah diampuni oleh Allah swt.

Suatu saat di hari akhir, ada wajah yang berseri-seri dan wajah yang murung/malu karena malu atas dosa-dosanya .
Hadist Rasullallah: At taubah tajlubu limaa qablaha. Taubat itu menghapus dosa dari segala perbuatan yang kita lakukan sebelumnya.
Bila kita melakukan dosa kemudian meninggalkan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut tapi tidak bertaubat kepada Allah SWT, dosa tersebut belum diampuni oleh Allah SWT tapi masih ada perhitungannya.

Barang siapa yang berbuat baik sekecil apapun akan menerima balasan dan barang siapa yang berbuat kesalahan sekecil apapun akan menerima balasan.
Untuk itu perlu kita renungkan, dari sekian tahun kita hidup apakah sudah seimbang antara perbuatan baik dan buruk yang sudah kita lakukan?
Kalau belum seimbang lebih baik dari sekarang bertaubat. Karena dengan Taubat, Allah akan menghapus kejahatan/kesalahan yang telah kita lakukan.

Didalam salah satu Hadits, Rasulullah mengisahkan ada seseorang dari Bani Israil sebelum Islam datang telah membunuh 99 orang. Kemudian dia menyesal dan ingin bertaubat, lalu mendatangi seorang Pendeta. Sang Pendeta mengatakan bahwa dia sudah terlalu jahat, dosanya sudah terlau banyak dan tidak bisa diampuni lagi. Karena dikatakan sudah terlalu jahat ia menjadi marah dan membunuh Pendeta tersebut, orang ke-100 yang dia bunuh. Kemudian dia kembali menyesali perbuatannya dan bertanya kepada seorang yang alim, seorang Ahlul Kitab. Ahli Kitab tersebut mengatakan masih ada jalan untuk bertaubat. Pertama dia harus keluar dari negerinya pergi ke negeri seberang,  dimana banyak terdapat orang-orang yang bertaubat, senantiasa berbuat baik dan meminta ampun kepada Allah SWT. Kemudian dia berniat dan memulai perjalanannya. Di tengah perjalanan dia jatuh dan mati atas takdir Allah SWT. Malaikat Rahmat dan Ahzab berebut, keduanya mengakui orang tersebut sebagai bagiannya. Kedua mailaikat tersebut kemudian mendatangi Allah dan Allah memerintah keduanya untuk mengukur jumlah langkah orang yang mati tersebut. Kemudian diketahui bahwa tubuhnya sudah satu jengkal lebih dekat kearah yang dia tuju, akhirnya dia menjadi milik malaikat Rahmat dan dosanya membunuh 100 orang tersebut diampuni oleh Allah SWT.

Taubat diibaratkan sebagai penyensor segala perbuatan yang tidak baik/ tidak bagus selama perjalanan hidup kita.
Didalam Hadistnya, Nabi bersabda: Sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah SWT tidak kurang dari 70 kali dalam sehari.
Jika hal ini dilakukan oleh Rasulullah, yang mendapat gelar Kekasih Allah SWT yang dosa-dosanya sudah diampuni oleh Allah; semestinya kita sebagai manusia biasa harus bertaubat lebih dari itu. Taubat dapat dilakukan ditengah keseharian kita, tidak hanya pada saat Shalat, misalnya sedang dalam perjalanan, memasak dsb., ada barang jatuh mengucapkan Astaghfirullah. Jika setiap saat diucapkan, sudah mencapai bahkan lebih dari 70 kali. Taubat tidak harus selalu diucapkan, tetapi cukup didalam hati dan niatnya ditujukan langsung kepada Allah SWT.

Salah satu kutipan yang juga untuk selalu mengingatkan kita terdapat dalam Surat Yaasiin ayat 65:
 Al yauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim wa tukallimunaa aidihim wa tashadu arjuluhum bi maakaanuu yaksibuun.
Artinya, “Pada hari ini (Kiamat) Kami tutup mulut mereka dan yang berbicara kepada Kami adalah tangan dan kaki mereka, yang memberi kesaksian atas apa yang telah mereka perbuat.”
Jika kita tidak dari sekarang berbuat Taubat, kita akan masuk golongan orang yang tertunduk malu (akibat dosa dan kesalahannya) pada saat dibangkitkan.
Rasulullah mengatakan bahwa umat/setiap keturunan Nabi Adam pasti berbuat kesalahan. Karena itu, berbuat kesalahan bukan sesuatu yang hina/aib, tetapi sebaik-baik orang yang berbuat aib itu adalah yang bertaubat.

Ciri orang bertaqwa, adalah apabila dia berbuat salah, kemudian dia sadar berbuat salah, lalu meminta ampun. Siapapun dia, walaupun orang bertaqwa, bahkan Rasulullah SAW pun pernah berbuat salah. Bagian awal surat At Tahriim merupakan teguran terhadap Nabi yang mengharamkan sesuatu yang telah dihalalkan oleh Allah SWT. Ayat ini diturunkan karena pada suatu saat Nabi berada dirumah Mariyah Al Kitiyah (istrinya yang berasal dari Mesir dan juga cantik),  Aisyah cemburu kemudian menceritakan kepada istri yang lain Zainab; Nabi mendengar, kemudian beliau mengatakan kepada diri sendiri bahwa dia tidak akan kerumah Mariah lagi padahal dia juga istri beliau. Karena itu Allah menegur Nabi.

Hikmah lain adalah bahwa hal yang sudah dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan. Seperti didalam polygami, jangan sampai kecintaan sang suami pada salah satu istrinya membuat kesenjangan didalam rumah tangga. Lihat di dalam surat Al Ahzab, bahwasanya Allah tidak pernah menjadikan dua hati dalam diri seseorang. Jadi sayangnya suami pada seseorang jangan sampai membuat yang lain cemburu.

QS.66 At-Tahriim  Ayat 9: Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali
Tegaslah kepada orang-orang yang ingkar dan yang munafik. Karena orang yang munafik berbahaya dandapat menghancurkan tata kehidupan dunia. Kalau orang kafir sudah kelihatan mukanya, tapi orang munafik tidak. Seperti juga di awal surah Al Baqarah yang menjelaskan orang beriman, orang kafir, kemudian orang munafik (hingga +15 ayat). Orang munafik ini mencoba menipu daya Allah SWT, tetapi tanpa mereka sadari, sesungguhnya yang terpedaya adalah mereka sendiri.

QS.66 At-Tahriim Ayat 10: Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.

QS.66 At-Tahriim Ayat 11: Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.Dua ayat di atas menjelaskan bagaimana istri para Nabi (nabi Luth dan Nabi Nuh), yang memilih jalan kekafiran, tidak dapat ditolong oleh Allah. Sebaliknya seperti istri Fir’aun, walaupun suaminya jahat selama dia selalu beriman kepada Allah dan berbuat baik, dia tidak akan terseret ke dalam api neraka. Allah akan memberi ganjaran sesuai dengan apa yang dia lakukan.

Sebagai tambahan penjelasan, lihat pada QS.80 `Abasa (Bermuka Masam):
[34] pada hari ketika manusia dibangkitkan, mereka akan lari dari saudaranya,
[35] dari ibu dan bapaknya,
[36] dari istri dan anak-anaknya.
[37] Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
[38] Banyak muka pada hari itu berseri-seri,
[39] tertawa dan gembira ria,
[40] dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,
[41] dan ditutup lagi oleh kegelapan.
[42] Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

QS.66 At-Tahriim Ayat 12: Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.
Contoh orang yang beriman bagi para wanita Muslim adalah Maryam puteri Imran yang senantiasa menjaga kehormatan dirinya dan menjaga ketaatannya kepada Allah SWT.
Bahwasanya, berbuat kesalahan atau maksiat itu biasa, hanya saja manusia harus senantiasa kembali kepada Allah SWT. Seperti misalnya, meninggalkan shalat, mengulur waktu shalat menjadi kebiasaan, atau hal-hal kecil lainnya. Alangkah baiknya kita tutup dengan Taubat semoga dengan taubat tersebut Allah SWT mengampuni dosa kita. Tentu saja diawali dengan melakukan terlebih dahulu yang wajib (dan ditinggalkan), bershalat kemudian bertaubat.
Orang yang berbuat maksiat atau kesalahan kemudian bertaubat lebih dicintai oleh Allah SWT dibanding orang yang lengah yang merasa tidak pernah berbuat salah. Seperti dalam Hadits Nabi: „Berbuat salahlah dan bertaubatlah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat“ Jadi bertaubatlah baik lisan atau didalam hati di waktu-waktu luang – kapan saja, seperti dicontohkan oleh Nabi, yang bertaubat paling tidak 70 kali sehari.

Tanda-tanda diterimanya taubat oleh Allah SWT.
·  mudah melakukan segala sesuatu yang baik
·  merasa haus untuk melaksanakan kebaikan
·  mudah untuk menjauhi, meninggalkan hal yang dilarang

Ganjaran yang akan diterima setelah melakukan taubat:
·  diampuninya dosa
·  ditambahnya pahala
·  di akhirat, dimasukkan ke dalam surga

Anjuran bagi peserta pengajian untuk mengkaji QS.49 Al- Hujuurat ayat 11-13.

[11] Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

[12] Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

[13] Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.Prolog dari ayat di atas sbb:
Jangan mengejek, jangan mengolok-olok, jauhilah buruk sangka, jangan menguntit, jangan ghibah, jangan menguping kemudian mulut tidak bisa diam dan menyampaikan keburukan orang kepada orang lain.Perbuatan ini dilarang oleh Allah SWT karena setiap manusia mempunyai aib dan kekurangan yang tidak mau diketahui orang lain.
Hadist Rasullullah SAW: berbahagialah orang-orang yang disibukkan oleh aib sendiri ketimbang disibukkan oleh aib orang lain.
Orang yang sibuk dengan urusan aibnya sendiri, lama kelamaan aibnya akan hilang atau berkurang. Orang yang sibuk mengurusi aib orang lain mengakibatkan aib orang lain tampak jelas baginya dan bertambah banyak aib pada dirinya.
Hadist Rasullullah SAW: diantara sikap baik seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak penting baginya.Untuk itu kita dianjurkan untuk sering ber Istighfar sehingga dosa-dosa yang pernah kita lakukan diampuni dan dihapuskan oleh Allah SWT.

Tanya – Jawab:

1. Kenapa Allah SWT menciptakan manusia, padahal Allah SWT sudah tahu kemana jalan yang akan dituju dari tiap manusia?
Dalam surat Al Baqarah, malaikat mempertanyakan kepada Allah SWT kenapa menciptakan manusia yang mempunyai nafsu karena manusia nantinya akan saling bunuh membunuh dan menumpahkan darah. Allah SWT ingin menunjukkan bahwa makhluk yang diciptakan sebelumnya hanya mempunyai nafsu yaitu jin. Manusia diberi akal dan nafsu. Setelah Nabi Adam diajarkan segala sesuatu kemudian malaikat ditanya oleh Allah SWT, malaikat tidak dapat menjawab sedangkan nabi Adam dapat menjawab pertanyaan Allah SWT. Allah mengatakan kepada malaikat bahwa Allah SWT mengetahui apa-apa yang tidak engkau(malaikat) ketahui. Saat Allah SWT menciptakan manusia, Allah mengetahui bahwa manusia gampang dibelokkan bila nafsunya lebih tinggi dari akalnya. Tapi bila akal manusia lebih tinggi dari nafsunya, maka manusia tersebut lebih mulia dari malaikat.

Pengertian antara pengetahuan dan ilmu Allah SWT berbeda.
Ilmu: Allah SWT sudah mengetahui
Irodah: kehendak Allah
Ijin: Allah SWT mengijinkan
Contoh:Nabi Adam memakan buah KhuldiTermakan buah Khuldi adalah atas ijin Allah SWT. Bila tidak atas ijin Allah SWT bisa saja buah Khuldi tersebut menghilang, tapi tidak sesuai dengan kehendak Allah SWT.

Tujuan manusia diciptakan di muka bumi adalah untuk mengatur bumi dan membuat bumi menjadi lebih damai.Tapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan perbuatannya sesuai kehendak Allah SWT.Untuk itu kita sebagai seorang muslim diwajibkan shalat 5 waktu yang salah satu ayat dalam surat Al Fatihah : Ihdinash Shiraatal Mustaqiim.
Doa setelah sholat diantaranya: Ya Allah sesuaikan diri kami dengan apa yang Engkau sukai dan kehendaki.

Di jaman Nabi Adam larangan dari Allah SWT cuma satu yaitu larangan memakan buah Khuldi. Saat ini larangan terhadap kita sebagai manusia sangatlah banyak, larangan membunuh, berzina, korupsi,dsb. Banyaknya larangan tersebut menggambarkan bahwa suatu saat manusia bisa tergelincir ke dalam dosa. Bila kita tergelincir ke dalam dosa jangan putus asa, tapi janganlah kita hanyut dalam dosa.

2. Bagaimana dengan orang yang melaksanakan sholat, puasa tapi tetap melakukan maksiat?
Selama seseorang belum mati, Allah SWT akan selalu menerima taubatnya. Taubat artinya kembali ke fitrahnya/ titik awal. Tidak ada dosa dan tidak ada pahala. Saat seseorang telah bertaubat kemudian tergelincir ke dalam dosa kemudian bertaubat lagi dan melakukan kesalahan lagi menandakan bahwa orang tersebut imamnya masih lemah. Disinilah kita akan merasakan betapa Ar Rahman dan Ar Rahiim-nya  Allah SWT. Barulah terasa besar makna ucapan Bismillahi rahmanirrahim.
Pertanyaan yang bisa diajukan kepada orang yang sering melakukan maksiat untuk menyadarkannya adalah apakah dia tahu kapan dia mati.

3. Nazar
Nazar merupakan perbuatan yang pelit. Hukum nazar adalah makruh tapi menepati nazar adalah wajib.Hadist Rasullallah SAW; orang yang suka bernazar adalah orang yang pelit. Artinya melakukan sesuatu yang baik bila ada maunya.

Hari Minggu, 18 November 2007
Waktu : pk. 11:00 – selesai
Tempat Chratzstr. 6, 8954 Geroldswil, keluarga Stumpp
Penyampai materi Bpk. Desrial Anwar (bang Aal)

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!