Percikan Iman, 21 September 2008; Taskiyatun nafs (Pensucian Jiwa)


Hari / tanggal : Minggu / 21 September 2008

W a k t u : Pk. 17.30 – 18.30

T e m p a t : kediaman keluarga Klinkner, Hohmattrainstrasse 19, 8173 Neerach/ZH

T e m a : Taskiyatun Nafs (Pensucian Diri)

Penyampai Materi : Desrial Anwar (bang Aal)

 

Taskiya artinya pensucian diri, nafs arinya jiwa. Beberapa cara dalam pensucian diri:

1. Pensucian jiwa yang paling utama adalah sholat.

Shalat atau sering ditulis Salat (ejaan KBBI), Solat, Sholat dalm bahasa Arab merujuk kepada salah satu ritual ibadat pemeluk agama Islam. Secara bahasa shalat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti: do’a. Sedangkan menurut istilah shalat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.Praktik shalat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Rasulallah salallahu alaihi wassalam sebagai figur pengejawantah perintah Allah subhanahu wata’ala. Rasulallah salallahu alaihi wassalam bersabda, Shalatlah kalian sesuai dengan apa yang kalian lihat aku mempraktikkannya. (HR Bukhari-Muslim).

Orang yang lalai adalah apabila ia lengah dari sholatnya. Diantara orang yang mendustakan agama adalah orang yang lalai dari sholatnya. Allah subhanahu wata’ala memakbulkan doa hambanya apabila hamba tersebut sadar. Saat sholat jangan memikirkan hal lain yang mengakibatkan sholat yang kita lakukan siasia. Berapa banyak orang yang melakukan sholat tapi hanya mendapatkan cape dan lelah.

Dua unsur sholat: zahir (bentuk dari sholat), bathin: apabila dilakukan dengan khusu’ akan merasakan jiwa yang bersih. Syarat syah sholat adalah: suci pakaian, suci tempat, masuk waktu sholat.

Rukun sholat salah satunya khusu’. Sholat merupakan meditasi yang paling sempurna, contohnya dapat mengobati sakit hati.

Sesungguhnya sholat itu menghindari perbuatan keji dan munkar terdapat dalam firman Allah subhanahu wata’ala QS. Al’Ankabuut 29:45:

…….Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Agar sholat dapat khusu adalah merasa Allah subhanahu wata’ala melihat apa yang kita perbuat. AntabudAllah subhanahu wata’ala Kaannaka taraahu, Fain lam takun taraahu, Fainnahu Yaraaka (al Hadist). Artinya: Hendaklah saat engkau melakukan ibadah baik ritual atau tidak ritual (contoh:masak untuk suami) seolah-olah engkau melihat Allah, bila tidak bisa yakinlah bahwa Allah subhanahu wata’ala melihatmu.

Yang dimaksud khusu’ adalah kita mengerti, paham apa yang kita baca saat beribadah (sholat). Dianjurkan bagi yang sudah hapal bacaan sholat, ditingkatkan dengan mengerti bacaan sholat. Yang paling utama adalah surat Al Faatihah.

Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin yang artinya hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

Menurut Imam Ghazali, ummul ibadah atau ibadah yang paling utama adalah meninggalkan maksiat. Agar ibadah tidak sia-sia, lakukanlah Taskiyatun nafs (pensucian diri).

Perjalanan hidup kita dan amanah dari Allah subhanahu wata’ala diilustrasikan seperti seorang penyelam yang diberi tugas oleh kapten kapal untuk mengambil mutiara sebanyak-banyaknya di dasar laut dengan bermodalkan tabung oksigen. Saat mulai menyelam, penyelam teralihkan perhatian oleh ikan-ikan yang bagus, batu koral yang indah sehingga tujuan utama untuk mengambil mutiara di dasar laut terlupakan. Sampai akhirnya penyelam sadar akan tujuan utama menyelam setelah tabung oksigen yang dibawa hampir habis. Apabila penyelam tersebut sempat mengambil mutiara, yang diambilnya tidak banyak. Apabila sediaan oksigen dalam tabung habis berarti si penyelam tidak mendapatkan apa-apa. Bahkan dapat berakibat mati sia-sia. Hal ini dapat diartikan bahwa, saat maut menjemput, kita baru sadar bahwa amalan yang kita bawa kurang.

2. Puasa

Sabda Rasulallah: Hendaknya seorang muslim berpuasa, karena dengan berpuasa merupakan benteng masuknya setan (al Hadist).

Puasa dalam agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Perintah puasa difirmankan oleh Allah subhanahu wata’ala pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183.

“Yaa ayyuhaladziina aamanuu kutiba alaikumus siyaamu kamaa kutiba ‘alalladziina min qablikum la allakum tataquun”

“ Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.”

Berpuasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Terdapat puasa wajib dan puasa sunnah, namun tata caranya tetap sama.

Hikmah dari ibadah shaum itu sendiri adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup. Maksud dari sabar yang tertera dalam al- Quran adalah ‘gigih dan ulet’ seperti yang dimaksud dalam QS. Ali  ‘Imran/3: 146.

146. dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

3. Zakat, Infaq

Zakat adalah rukun ketiga dari rukun Islam. Secara harfiah zakat berarti “tumbuh”, “berkembang”, “menyucikan”, atau “membersihkan”. Sedangkan secara terminologi syari’ah, zakat merujuk pada aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sebagaimana ditentukan.

Hukum zakat:

Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia.

Macam-macam zakat:

Zakat terbagi atas dua tipe yaitu:

* Zakat Fitrah, zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan. Besar Zakat ini setara dengan 2,5 kilogram makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.

* Zakat Maal (Zakat Harta), mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak serta hasil kerja (profesi). Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.

Zakat fitrah dan zakat mal merupakan pensucian jiwa dan harta menuju ketakwaan. Dianjurkan untuk senantiasa berzakat.

4. Haji

Haji adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.

Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.

Haji merupakan gabungan bentuk ibadah yaitu: Mujahadah: usaha, Al Maal: harta, kurban, sholat dan rukun haji (ihram, wukuf, tawaf, sa’i, mencukur rambut, tertib).

5. Membaca Al Quran

Membaca Al Quran adalah salah satu cara dari pensucian diri. Tujuan membaca Al Quran adalah membaca, memahami dan mengamalkan. Belajar agama adalah dimulai dari ayunan(saat bayi) hingga masuk ke liang kubur (al Hadist).

6. Dzikir

Zikir (atau Dzikir) artinya mengingat Allah subhanahu wata’ala di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah. Zikir adalah satu kewajiban. Dalilnya adalah:

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyakbanyaknya.” [QS Al Ahzab 33:41]

Tidak berzikir akan mengakibatkan seseorang jadi orang yang rugi.

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” [QS Al Munaafiquun 63:9]

Allah subhanahu wata’ala mengingat orang yang mengingatNya.

“Karena itu, ingatlah Aku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” [Al Baqarah:152]

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tandatanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah subhanahu wata’ala sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [QS Ali 'Imran 3:190-191]

Dengan berzikir hati menjadi tenteram.

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” [QS Ar Ra’d 13:28]

Di antara zikir yang utama adalah Laa ilaaha illallahu (Tidak ada Tuhan selain Allah)

“Aku pernah mendengar Rasulallah salallahu alaihi wassalam . bersabda: ‘Zikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallahu” [HR Turmudzi]

Rasulullah bersabda: ‘Sesungguhnya aku berkata bahwa kalimat: ‘Subhanallah, wal hamdulillah, wa Laa Ilaaha Illallah, wallahu akbar’ (Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Besar) itu lebih kusukai daripada apa yang dibawa oleh matahari terbit.’ (HR Bukhari dan Muslim)

Zikir yang umum setelah sholat wajib 5 waktu adalah tasbih (“Subhanallahu”) 33x, tahmid (“Alhamdulillah”) 33x, dan takbir (“Allahu akbar”) 33x.

7. Sering Mengingat mati dan memperpendek angan-angan

Hadist akhir jaman: di akhir jaman kaum muslimin akan terkalahkan karena terkena penyakit Al Wahan yaitu cinta dunia dan benci mati.

8. Muroqobah, Mujahadah, Muhasabah, Mu’aadah

Muroqobah: merasa diawasi

Mujahadah: senantiasa berusaha

Muhasabah: menghisab/ menghitung diri

Mu’aadah: mengingat janji dengan Allah

Pintu-Pintu Setan

1. Syirik

2. Kufur, mengingkari kebenaran

3. Munafik

4. Khianat

5. Hasad / dengki

6. Sombong

Dalam Quran surah Al Hujuraat 49:11-12 Allah subhanahu wata’ala berfirman:

11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.

12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

[1409] Jangan mencela dirimu sendiri Maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orangorang mukmin seperti satu tubuh.

[1410] Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.

Wallahu A’lam

Sumber:

Bahasan tausiyah 21.09.2008

Wipkedia bahasa Indonesia

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Islam itu lebih tinggi dan tidak ada yang melebihi dari pada tingginya ( alhadits )

Saya sangat kagum dengan adanya pengajian islam di negara non islam semoga bisa untuk memberikan tauladan dan junjungan serta panutan bagi penduduk yang mempunyai sinar keislaman bisa merambah ke jagat raya nan tak abadi ini, selamat untuk semua yang ikut serta dalam kancah pengajian yang mulia,” carilah ilmu walau sampai ke negeri cina” ( alhadits )