Percikan Iman, 29.03.2009 (Rahmatal lil ‘aalamiin)
Dirangkum oleh Idah Zulkarnayn
1. Tujuan Allah mengutus para Nabi dan Rasul adalah untuk menyampaikan pesan-pesan Allah berupa kabar gembira ataupun ancaman kepada umat manusia agar manusia hati-hati melangkah dan mengarahkan manusia menuju ke jalan yang lurus dan benar.
Tujuan Allah mengutus Nabi Muhammad adalah menjadi rahmat bagi seluruh alam, seperti yang tercantum pada Q.S.Al Anbiya(021):107:
Wa maa arsalnaaka illaa rahmatal lil ‘aalamiin”.
Artinya: Dan tiadalah kami mengutus Kamu (Muhammad) melainkan rahmat bagi alam semesta.”
Begitu tinggi Allah memberikan tugas kepada Nabi Muhammad. Sehingga dengan Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad semestinya seluruh umat manusia (walaupun tidak beragama Islam) dan seluruh alam dapat merasakan rahmat (kasih sayang, kedamaian, kesejahteraan, ketenangan).
Dalam salah satu hadist Nabi bersabda: Sesungguhnya tujuan ku diutus adalah untuk memperbaiki dan menyempurnakan ahlak yang mulia.
Islam tidak hanya terpaku kepada ibadah ritual tapi menyeluruh.
Rahmatal lil ‘aalamiin tidak akan terasa bila seorang muslim mempunyai sifat pemarah, pengumpat, dengki, iri, hasad. Apabila kita bisa memahami tujuan diutusnya Nabi Muhammad, sebagai orang muslim hendaknya berfkir: sebagai seorang muslim mempunyai ahlak yang mulia.
Dalam salah satu hadist Nabi bersabda: Agama adalah nasehat.
2. Al Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad terdiri atas 30 Juz dan 114 surat. Di awali dengan surah Al Fatihah dan di akhiri oleh surah An Naas. Saat Al Quran turun, masyarakat Arab menguasai Bahasa Arab yang sangat indah dan mereka pintar membuat syair. Oleh karena itu, mukjizat terbesar yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada Nabi Muhammad adalah Al Quran. Al Quran dari kriteria bahasa dan arti adalah hebat, diluar jangkauan manusia dan bukan buatan manusia.
* Q.S. Al Ikhlas yang berujung akhiran sama.
Qul huwallaahu ahad
Allaahush shamad
Lam yalid wa lam yuulad
Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad
* Q.S An Nashr yang berakhiran, berujung tidak sama.
Idzaa jaa ‘a nashrullaahi wal fath
Wa ra ‘aitan naasa yadkhuuluuna fii diinillaahi afwaajaa
Fa sabbih bi hamdi rabbika wastaghfirhu innahu kaana tawwaabaa
Saat Q.S.(110) An Nashr (Pertolongan) ini diturunkan kepada Nabi Muhammad, pertolongan Allah belum datang jadi seperti ramalan kejadian yang belum terjadi.
QS (002) Al Baqarah ayat 23:” Wa in kuntum fii raibim mim maa nazzal naa ‘alaa ‘abdinaa fa’tuu bi suuratim mim mitslihii wad’uu syuhadaa-akum min duunillaahi in kuntum shaadiqiin.
Artinya: Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan terhadap apa yang Kami turunkan (Al Quran) kepada hamba Kami (Muhammad), maka cobalah kamu datangkan (buatlah) satu surat (saja) yang semisalnya; dan ajaklah pembantu-pembantu kamu selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar.
Ayat ini turun untuk mematahkan argumen orang-orang yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad ahli syair.
Agama Islam mempunyai kekuatan yang hebat, ajaran yang sangat solid. Sayang sekali umatnya ada yang menjauh dari Al Quran.
Ayat Al Quran yang membahas tentang Allah ada di QS(112) Al Ikhlas yang terdiri atas empat ayat. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum musyrikin meminta penjelasan tentang sifat-sifat Allah kepada Rasul, dengan berkata, “Jelaskan kepada kami sifat-sifat Rabb-mu.” Ayat 1-4 turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan kaum musyrikin.
Ayat ini menegaskan konsep ketuhanan dalam Islam itu sangat konsisten, sangat mudah dicerna oleh siapa pun, dan sangat rasional; Allah swt. itu satu dalam dzat-Nya. Dia satu-satunya Maha Pencipta, Pengatur, Pemberi Rezeki, Pemberi Kehidupan, Penentu Kematian, Mahabijaksana, Maha Adil. Allah yang harus menjadi tumpuan harapan. Hanya kepada Nya kita bergantung dan memohon pertolongan. Allah itu tidak beranak dan tidak diperanakan. Bukan hanya dari hal tersebut, Allah itu berbeda dan tidak ada satu pun makhluk yang bisa menyamai Nya.
Tidak ada pembahasan mengenai Tuhan yang menyatu dengan tubuh hamba seperti yang dijelaskan oleh surat-surat palsu yang berusaha disisipkan ke dalam Al Quran oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Link surat-surat palsu: http://www.annaqed.com/suralikeit/
Apabila kita memerlukan bantuan manusia, yang diajarkan oleh Islam adalah meminta pertolongan, berdoa terlebih dahulu kepada Allah kemudian berikhtiar.
Nabi berkata: Tidak ada perbedaan antara orang Arab dan bukan Arab kecuali takwanya.
3. Menghadapi pertanyaan, pernyataan yang menyatakan bahwa dalam Al Quran ada ayat yang menyuruh suami memukul istri.
Di dalam Al Quran ada ayat yang menyuruh bukan membolehkan seorang suami memukul istrinya. Harus dilihat dan ditelusuri konteks kejadian hingga seorang suami memukul istri. Rujukan ayat dalam Al Quran dalam hal ini dapat dilihat pada:
QS. An Nisaa (004): 34: Laki-laki adalah pemimpin atas perempuan-perempuan kerena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya. Maka perempuan-perempuan yang telah saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri dibalik belakang suaminya sebagaimana Allah telah memeliharakan dirinya.
(*01) Dan perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan kedurhakaan mereka maka nasehatilah mereka, pisahkanlah (dirimu) dari tempat tidur mereka dan pukullah mereka.
(*02) Maka jika mereka telah taat kepada mu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan (untuk menyusahkannya). Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Keterangan:
(*01): Yaitu memelihara kehormatannya, kehormatan suaminya, rahasia suami dan keluarganya, rahasia rumah tangganya dengan cara yang diwajibkan Allah.
(*02): Pukulan dengan maksud sebagai pelajaran, bukan untuk menyakiti atau menyiksa.
Laki-laki yang telah berkeluarga dituntut menjadi kepala keluarga yang memberikan nafkah lahir dan batin. Nafkah lahir untuk kepentingan lahiriah contoh:pakaian, rumah. Nafkah batin: segala sesuatu yang bukan nafkah lahiriah, contoh: nasehat,ilmu pengetahuan (agama)yang bisa memberikan ketenangan jiwa bagi istri. Dalam Al Quran Allah menginginkan wanita menjadi sholehah tentunya suami yang juga menjalankan perintah Allah swt.
Ciri wanita yang sholehah:
1. Jika engkau (suami) melihat dia, engkau senang
2. Jika engkau (suami) perintah, dia patuh
3. Apabila suami tidak di rumah, dia dapat menjaga kehormatan dirinya dan menjaga kehormatan keluarga suaminya.
Tujuan pernikahan dalam Islam adalah suatu ikatan suami dan istri yang dapat menuju kedamaian, tentram dan sejahtera. Sehingga keduanya dapat melaksanakan ibadah kepada Allah swt dengan baik.
QS. Ar Ruum (30): 21: Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya. Dia menciptakan untuk kamu istri dari jenismu supaya kamu tenteram bersamanya. Dan Dia menjadikan cinta dan kasih sayang di antara kamu. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir.
Bila dalam suatu pernikahan sudah terjadi nusyuuz (curang, selingkuh, nyeleweng), sehingga bila perbuatan tersebut dibiarkan akan mengakibatkan tujuan pernikahan tidak tercapai. Langkah pertama yang diambil adalah: menasehati, kedua: pisah ranjang (bila langkah pertama tidak membawa hasil), ketiga (bila langkah kedua tidak membawa hasil): pukullah mereka. Pada zaman Nabi, format yang terjadi adalah ada wanita yang berbuat nusyuuz. Perbuatan selingkuh yang mengarah ke zina lebih berbahaya dari pada pukulan suami dalam konteks rahmatal lil ‘aalamiin. Bila suami yang berbuat nusyuuz, istri boleh memberikan nasehat. Apabila nasehat dari istri belum membawa hasil, istri dapat melakukan pisah ranjang. Apabila tindakan pisanh ranjang tidak membawa hasil, istri dapat meminta bantuan hukum dari kantor urusan agama yang menangani perihal masalah keluarga.
Sekilas tentang dinamika rumah tangga Nabi Muhammad. Walaupun Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad, beliau tidak pernah bersuara tinggi terhadap para istrinya. Nabi Muhammad terikat pernikahan 13 kali. 11 orang istri hidup bersama Nabi, 2 orang diceraikan setelah akad nikah, 2 orang meninggal saat Nabi masih hidup (Khadijah dan Zaenab),9 orang ditinggalkan dalam keadaan janda. Salah satu istri Nabi bernama Sofiah yang berasal dari keturunan Yahudi melapor kepada Nabi bahwa Aisyah mengatakan “Hey Yahudi” kepada Sofiah dan membuatnya sedih. Nabi memberikan nasehat kepada Sofiah,” Katakan kepada Aisyah bahwa Babakku Harun, Pamanku Nabi Musa dan suamiku Muhammad ketiga-tiganya adalah Nabi. ” Sejak itu Sofiah tidak bersedih lagi akan hal ini. Tujuan Nabi menikah dengan Sofiah adalah untuk meredam peperangan antara kaum Yahudi dan Islam. Saat peperangan, bapak Sofiah meninggal. Adab pada masa itu, sesama besan tidak boleh saling berperang, maka menikahlah Nabi Muhammad dengan Sofiah.
Masing-masing istri Nabi Muhammad mempunya kelebihan. Aisyah istri Rasul yang paling muda, cantik dan pintar. Banyak hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah. Satu contoh adalah mengenai bersentuhan suami istri setelah wudhu, wudhu mereka tidak batal apabila tidak ada nafsu syahwat saat bersentuhan. Dalam hal ini Imam Syafii mengatakan batal wudhu suami istri tersebut karena bersifat hati-hati. Khawatir dari pihak laki-laki tidak dapat menahan nafsu syahwatnya.
Kesimpulan uraian pengajian di atas:
Nabi Muhammad saw. diutus Allah swt adalah untuk menjadi Rahmatal lil ‘aallamiin untuk seluruh alam semesta.
Inti utama agar kita juga menjadi Rahmatal lil ‘aallamiin adalah memperbaiki ahklak. Imam Gazali mengatakan bahwa ibadah yang paling utama adalah meninggalkan maksiat.
Setelah meninggalkan maksiat berusahalah untuk memulai ibadah lainnya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. contoh: sholat. Sholat adalah tiang agama dan merupakan amalan yang pertama dihisab pada hari akhir/kiamat.
Satu hikmah dari bahasa Arab yang artinya: Perbaikilah dirimu sehingga semua orang dapat berteman dengan mu.
Nabi Muhammad saw. adalah orang yang dapat beradaptasi dengan baik terhadap lingkungannya selama lingkungan tersebut tidak menyimpang dari ajaran Islam.
Tanya-Jawab:
Tanya: Apakah benar kiamat akan terjadi pada tahun 2010 atau 2014?
Jawab: Kapan hari kiamat terjadi adalah rahasia Allah swt. Yang perlu kita persiapkan adalah pertanggung jawaban akan semua perbuatan kita selama hidup di dunia.
Tanya: Apakah yang dimaksud dengan maksiat?
Jawab: Maksiat adalah segala sesuatu perbuatan yang dapat memutuskan hubungan kita dengan Allah swt. dan hubungan dengan manusia. Contoh: perbuatan zina mendapat murka dari Allah swt. dan dapat memutuskan hubungan pasangan hidup nya (suami atau istri).
Jenis maksiat lainnya adalah: minum khamar/alkohol, mengkonsumsi obat telarang, mengumpat, mencaci, mencela, fitnah, curang, tidak jujur,menipu.
Tanya: Siapa yang menerbitkan surat-surat palsu yang ditambahkan ke dalam Al Quran?
Jawab: Kemungkinan surat-surat palsu diterbitkan di luar negara-negara Arab. Surat-surat palsu kemungkinan kecil diterbitkan di percetakan negara-negara Arab, Mesir karena aturan untuk mencetak Al Quran sangat ketat dan banyak orang yang hapal Al Quran.
Berita dari Bp. Desrial Anwar pada 26 April 2009:
Bersama ini saya sisipkan links website untuk mengetahui surat-surat baru yang dicoba oleh orang-orang Kafir untuk menambah surat dalam Al-Quran dan mencoba mengelabui ummat Islam. Sebelumnya jumlah surat hanya 4 saja, sekarang sudah bertambah menjadi 12 surat. Semoga bisa diforward ke teman-teman lainnya.
http://www.annaqed.com/suralikeit/
Tanya: Bagaimana cara Allah swt. menjamin keaslian Al Quran hingga akhir jaman?
Jawab: Q.S. Al Hijr (015):009: Innaa nahnu nazzalnadz dzikra wa inna lahuu la haafizhuun. Artinya: Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kami memeliharanya.
Ayat-ayat Al Quran terdiri atas dua. Pertama ayat kauliyah, yaitu ayat yang tertulis di dalam Al Quran. Kedua ayat kauniyah, yaitu ayat yang terbentang di alam semesta.
Banyaknya orang yang hapal Al Quran menjadi salah satu cara Allah swt dalam memelihara keaslian Al Quran. Ilmuwan atau orang yang tidak hapal dan mengetahui isi Al Quran dari awal hingga akhir tetapi dapat menemukan format pemikiran ayat-ayat Allah dalam hasil temuaannya.
Tanya: Apakah ancaman bagi orang yang melalaikan sholat?
Jawab: Ancaman bagi orang yang melalaikan sholat lima waktu berat. Orang yang mendirikan sholat berarti menegakkan agama, orang yang meninggalkan sholat berarti menghancurkan agama.
Dari Jabir RA, ia berkata,” Saya pernah mendengar Rasulallah saw. bersabda, ‘Antara seorang (muslim) dengan syirik dan kafir adalah meninggalkan sholat (HR. Muslim 1/62). Artinya, meninggalkan sholat adalah perbuatan kufur.
Usaha yang kita lakukan saat ini adalah bertujuan untuk merangkul orang-orang yang mungkin dengan perjalanan waktu meninggalkan sholat sehingga dapat kembali sadar dan berusaha untuk memperbaiki diri dan menjadi rahmatal lil ‘aallamiin.
Keutamaan sholat sangat banyak, diantaranya adalah:
1. perintah pertama yang diturunkan oleh Allah swt.
2. amalan yang pertama dihisab
3. pembeda antara mukmin dengan kafir
4. amal yang paling disukai oleh Allah swt.
5. …Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar…Q.S. Ankabuut (029):45
Sumber: Shalat Untuk Anak-Anak, Abu Ihsan
Tanya: Bagaimana kita bersikap terhadap tuntunan agama dalam beribadah dan tradisi?
Jawab: Hendaknya kita mengetahui tujuan dari perbuatan yang kita lakukan, khususnya dalam beribadah. Tidak mencampur adukan antara tuntunan agama dalam beribadah dengan tradisi. Perlu pula mengetahui tujuan akhir dari perbuatan, apabila mengarah kepada ketaatan biarkanlah warna-warna tersebut tanpa menutup isi dan makna yang ingin dicapai. Contoh: pada masa penyebaran agama Islam di Pulau Jawa para Sunan mengajarkan dzikir bersama dan dilantunkan setelah sholat. Hal ini untuk mengantisipasi agama Hindu yang sudah lebih dahulu masuk dan mengakar di Pulau Jawa yang pada saat ibadah melagukan doa.
Wallahu’alam
Penyampai materi : Bpk. Desrial Anwar
Tempat : Freizeitanlage Kanzleistrasse, Winterthur


