Percikan Iman, 30.05.2009 (Sabar dan tawakal)
Dirangkum oleh Idah Zulkarnayn
Tawakal secara bahasa, artinya menggantungkan diri kita kepada Allah swt.
Contohnya: seseorang yang diadili dalam suatu pengadilan dan tidak mempunyai pengetahuan hukum untuk membela dirinya kemudian menyerahkan urusan pembelaan kepada seorang pengacara yang dirasa mampu untuk membela di pengadilan.
Tawakal tergantung pada suatu kondisi. Contoh:
* Saat akan berpergian membaca doa:” Bismillaahi tawakkaltu ‘alallaahi walaa hawla walaa quwwata illaa billaahi.” Artinya: Dengan Asma Allah, aku berserah diri. Tiada kekuatan daya daya upaya kecuali dari Allah.
Seseorang yang membaca doa tersebut sebelum bepergian artinya telah berserah diri terhadap ketentuan Allah saat mulai naik kendaraan dan bila ada sesuatu yang terjadi padanya.
* Membaca doa sebelum tidur: ” Bismikaallahhumma ahya wa bismika amuutu.” Artinya : Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati.
Bila kita menginginkan sesuatu jangan pergi kepada dukun, paranormal tetapi mintalah kepada Allah swt. Bila memohon dan meminta kepada Allah swt, pasti hasilnya akan baik.
Jika kamu berkehendak sesuatu langsung tawakalah kepada Allah swt.
Bila permintaan kita belum dikabulkan oleh Allah swt, bersikaplah berserah diri karena mungkin apa yang kita inginkan tidak baik untuk kita.
Sabar:
Q.S. Al Baqarah (002): 153: Hai sekalian orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Merupakan ajakan khusus kepada orang-orang yang beriman untuk meminta pertolongan kepada Allah swt dengan cara sabar dan sholat.
Khusu’ yang dimaksud dalam ayat ini adalah sifat yang sudah meresap ke makna iman. Ketika mendapatkan masalah dan merasa tidak ada yang dapat menolong, tindakan yang pertama kita lakukan adalah sabar dan sholat.
Sholat yang maksud oleh Allah swt. adalah:
* sebagai sarana untuk mengingat Allah swt.
* untuk ketenangan jiwa bagi yang mengerjakan sholat
Apabila sholat tidak dapat membawa ketenangan jiwa tapi malah menjadi beban karena sholat yang dikerjakan ditakar waktunya/dibatasi waktunya. Maka tujuan dari sholat yang Allah swt. inginkan belum tercapai.
Pesan Rasulallah kepada Bilal, “Ya Bilal, istirahatkanlah kami dengan sholat.” Artinya sholat dapat dinikmati dan hasilnya luar biasa. Cara menikmati sholat adalah dengan menikmati setiap gerakan sholat yang dilakukan sambil membaca dan mengerti apa yang kita baca serta menarik nafas saat gerakan sholat dilakukan.
Intisari sholat khusu’ terdapat pada Q.S. Al Baqarah (002): 153
Khusu’ yang dimaksud bukan berarti tidak mendengar sesuatu dalam sholat tapi dapat merasakan nikmatnya sholat yang dikerjakan.
Sebelum sholat dan sesudah sholat haruslah ada perbedaan. Setelah sholat hati menjadi tenang.
Sabar ada 3 kategori:
1. Sabar dalam ketaatan kepda Allah swt.
Contoh:
* Sabar dalam melaksanakan sholat dengan tidak menakar, membatasi waktu pelaksanaan sholat.
Prinsip sebelum melaksanakan sholat adalah mengosongkan pikiran dari segala macam kegiatan duniawi saat memulai takbiratul ihram.
Rasul berkata, sholat adalah mi’rajnya orang yang beriman. Rasul melaksakan mi’raj satu kali seumur hidup. Tapi Rasul memberikan rasa yang sama pada orang beriman seperti melaksanakan mi’raj bila melaksanakan sholat. Hal ini dapat dilihat pada makna dan arti bacaaan doa saat melakukan tahiyat dalam sholat.
* Sabar dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan saat musim panas. Puasa di musim puasa berlangsung lebih dari 15 jam. Allah swt. menguji kita agar kita sabar dalam menjalankan ibadah puasa dan menunjukan ketaatan kita dalam menjalankan perintahnya. Islam menginginkan kita membantu sesamanya tapi juga dapat merasakan penderitaan orang-orang yang tidak seberuntung kita dan harus menahan lapar dan haus lebih dari 15 jam.
2. Sabar dalam meniggalkan maksiat karena Allah swt.
Seseorang yang terbiasa berbuat dosa dan bila ada godaan di dekatnya sangat mudah tergoda. Hal ini menyangkut kadar iman seseorang. Sabar untuk meninggalkan maksiat dan tidak mengulangi kesalahan dan memohon ampunan kepada Allah swt, adalah perwujudan sabar dalam meninggalkan maksiat karena Allah swt.
3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun non materi; misalnya kehilangan harta dan kehilangan orang yang dicintai.
Q.S. Al Baqarah (002): 155: Dan sungguh Kami akan mencoba kamu dengan sesuatu dari ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan, dan sampaikanlah berita gembira kepada orang yang sabar.
Q.S. Al Baqarah (002): 156: (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimbah musibah, mereka berkata, Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun
(” Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali.”)
Dalam Q.S. Al Baqarah ayat 155 tertulis Wa la nabluwannakum yang artinya dan sungguh kami mencoba, merupakan pesan dari Allah swt. bahwa setiap manusia pasti akan mengalami cobaan.
Ciri orang sabar terdapat pada Q.S. Al Baqarah ayat 156 yaitu, bila tertima musibah selalu mengucapkan Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun
(” Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali.”). Ucapan ini tidak hanya diucapkan saat seseorang meninggal, tetapi dapat pula diucapkan bila terjadi musibah seperti hilang HP, terkena tilang, uang hilang. Manfaat bagi orang yang bila tertimpa musibah mengucapkan innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (” Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali.”), hatinya tidak akan susah. Dia akan berusaha untuk intropeksi diri, mungkin infak, sadakah yang dikeluarkan kurang sehingga tertimpa musibah dan yakin bahwa segala sesuatu yang ia punyai adalah milik Allah swt.
Ganjaran bagi orang-oranag yang sabar terdapat dalam Q.S.Al Baqarah (002): 157: Mereka itulah orang-orang yang mendapat ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Nabi Ibarahim mendapat cobaan yang berat dari Allah swt. yaitu harus mengorbankan putera kesayangannya yang bernama Ismail.
Menjawab pertanyaan apakah setiap individu wajib untuk berkurban dan dilaksanakan setiap tahun? Mungkin hikmah pelajaran dapat diambil dari kejadian kisah Nabi Ibrahim yang mengurbankan Ismail puteranya. Bila kita merasakan betapa beratnya seorang ayah mengurbankan putranya dibandingkan dengan kita yang saat ini mengorbankan domba, sapi ataupun unta. Tentu pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tidak sebanding dengan apa yang kita kurbankan saat ini.
Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran
Ketidaksabaran (baca; isti’jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang harus diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif pada amal. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan melaksanakan ibadah. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat guna meningkatkan kesabaran. Di antaranya:
1. Mengikhlaskan niat kepada Allah swt.
2. Memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan.
3. Memperbanyak puasa sunnah. Puasa merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.
4. Mujahadatun nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat untuk mengalahkan nafsu yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, dan kikir.
5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna.
6. Perlu mengadakan latihan-latihan sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi, misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah.
7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya.
Tanya – Jawab
1.Tanya: Apakah yang harus dilakukan menghadapi waktu sholat di musim panas bagi anak sekolah yang terkadang kelelahan usai melaksanakan kegiatan sekolah, menyebabkan sholat yang dikerjakan di akhir waktu karena tidur terlebih dahulu?
Jawab: Hal ini merupakan kondisi temporer. Apabila anak tertidur karena kelelahan, sholatlah segera setelah anak tersebut bangun. Pada akhir minggu, anak tidak ada kegiatan sekolah, usahakan sholat pada waktunya.
Hadist: Barang siapa yang ketiduran sholat, waktunya hilang maka hendaknya ia sholat pada saat terbangun.
Sholat sudah ditentukan waktunya, seperti yang tertulis pada Q.S. An-Nisa (004):103:…..Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
Apabila waktu sholat terlewat, diganti dengan cara mengqadha sholat yang terlewat. Tidak ada fasilitas jama’ bagi anak sekolah tersebut karena kondisinya bukan sebagai musafir. Qadha artinya mengganti.
Sholat jamak artinya menghimpun dua sholat fardhu yang ada dalam satu waktu tanpa mengurangi jumlah rakaatnya. Misalnya sholat Maghrib dan Isya dikerjakan pada waktu Maghrib atau Isya. Sholat yang boleh dijamak adalah sholat Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.
Jamak terbagi dua:
1. Jamak taqdim, yaitu memajukan sholat fardhu ke awal waktu:
- sholat Ashar dikerjakan pada waktu Zuhur
- sholat Isya dikerjakan pada waktu Magrib
2. Jamak Takhir, yaitu mengakhirkan sholat fardhu ke waktu shlat yang akan datang:
- sholat Zuhur dikerjakan pada waktu Ashar
- sholat Maghrib dikerjakan pada waktu Isya.
Nabi Muhammad saw ditanya mengenai sholat. Apakah perbuatan yang paling utama? Nabi menjawab mengerjakan sholat pada waktunya, tidak mesti di awal waktu sholat.
Para Imam selain Hanafi menyimpulkan bahwa sholat di awal waktu lebih baik.
Orang yang mengerjakan sholat yang tidak pada waktunya karena kondisinya tidak memungkinkan adalah lebih baik dibandingkan dengan orang yang meninggalkan sholat. Mengqadha sholat bukan solusi tapi sebagai alternatif dari pada tidak mengerjakan sholat.
2. Tanya: Bagaimana menghadapi masa waktu puasa yang lebih dari 15 jam?
Jawab: Q.S. Al Baqarah (002):183: Yaa ayyuhal ladziina aamanuu kutiba ‘alaikumush shiyaamu kamaa kutiba ‘alal ladziina min qablikum la’allakum tattaquun. Artinya: Hai sekalian orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu puasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang yang terdahulu dari kamu kamu supaya bertaqwa. Tujuan utama dari puasa adalah …..la’allakum tattaquun…..supaya kamu bertaqwa.
Mencoba puasa mulai dari hari pertama hingga hari terakhir bulan Ramadhan. Bila sudah dicoba tetapi tidak bisa ada alternatif yang dijelaskan pada Q.S.Al Baqarah (002): 184.
Alasan tidak mampu berpuasa karena sakit (contoh diabetes) diganti dengan fidyah. Alasan tidak mampu berpuasa karena kondisi suatu tempat dimana pelaksanaan puasa dilakukan pada musim panas dan jangka waktu lebih dari 15 jam dan sudah mencoba untuk berpuasa mulai hari pertama Ramadhan hingga hari terakhir Ramadhan dan tetap tidak mampu. Maka puasa yang tidak dijalankan tersebut diganti dengan membayar fidyah dan mengganti puasa pada bulan-bulan berikutnya.
Segala sesuatu didasari oleh niat (innama ‘akmalu bin-niaat). Bila kita taat kepada Allah swt, Allah swt pasti mengetahuinya.
Pada saat Nabi akan hijrah ke Madinnah, ada sahabat Nabi yang berniat hijrah karena calon istri sudah hijrah lebih dahulu. Allah swt memberitahu Nabi bahwa ada diantara sahabat yang hijrah bukan karena ingin menguatkan Islam di Madinnah tapi karena calon istri dari sahabat tersebut sudah hijrah.
Barang siapa yang hijrah karena Allah dan Rasulnya maka akan mendapatkan pahalanya karena Allah dan Rasulnya. Barang siapa yang hijrah karena urusan dunia maka akan mendapatkan pahala untuk urusan dunia saja.
Orang mukmin yang beriman saat Allah swt mengatakan sesuatu, orang beriman akan mengatakan kami dengar dan kami patuh dan bila ada hikmah dan manfaat setelah itu menyusul kemudian.
3. Tanya: Pelaksanaan sholat Jum’at di masjid yang jauh dari kantor dimulai pukul 14.30 masjid yang berada di dekat kantor dilaksanakan pada pukul. 15.30. Masjid mana yang sebaiknya dikunjungi untuk melaksanakan sholat Jumat?
Jawab: Kedua waktu pelaksanaan sholat Jumat masih dalam waktu Dhuhur (musim panas). Bila mengikuti mahzab selain Hanafi sholat diawal waktu adalah utama. Berarti melakukan sholat di Masjid yang jauh adalah utama. Bila tidak ada kemungkinan untuk melaksanakan sholat Jumat di Masjid yang jauh karena membutuhkan waktu tempuh perjalanan yang tidak sebentar, maka melakukan sholat di Masjid terdekat dengan waktu pelaksanaan pukul 15.30 boleh dilakukan.
Wallahualam
Penyampai materi : Bpk. Desrial Anwar
Tempat : Mehrzweckhalle Freienwil, Schulstrasse, 5423 Freienwil


