Percikan Iman, 20.03.2010 (Hadist Arba’in)


Dirangkum oleh : Grace Tedjasukmana

Seperti yang telah kita ketahui bahwa, Allah SWT telah memberi perintah kepada manusia yang artinya : “bacalah Al-Qur’an”

Makna membaca dalam hal ini atau dalam hal berinteraksi dengan Al-Qur’an  mengandung 2 arti, yaitu :

  1. Tilawah adalah membaca Al-Qur’an / melafalkannya seperti biasa dalam bahasa arab
  2. Qira’ah adalah membaca dengan meneliti, mempelajarinya secara mendalam sehingga memahami makna Al-Qur’an

Pentingnya kedua makna membaca tersebut apabila kita jalankan akan menghindarkan kita dari gambaran yang tercantum dalam QS : Al-Jumu’ah ayat  5 yang isinya merupakan peringatan Allah SWT kepada orang-orang Yahudi yang tidak mengamalkan isi kitabnya.

Hal ini terkait juga dengan QS : Al-Muddatstsir ayat 38-47.

Ayat 38, artinya “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”

Di hari akhir Allah akan bertanya kepada setiap manusia, apakah kalian sudah tilawatil dan qira’atul Al-Qur’an ?

Oleh karena itu sebelum hari akhir itu datang, maka kita harus mempersiapkan diri dengan cara melaksanakan perintah Allah SWT tersebut.

Pada dasarnya manusia akan sulit mempertanggungjawabkan perbuatannya kecuali bagi golongan kanan, seperti yang tercantum dalam ayat 39.

Orang-orang golongan kanan yang dimaksud tersebut adalah orang-orang yang masuk surga.

ayat 40, artinya : “dalam surga, mereka bertanya-tanya…”

ayat 41, artinya : “tentang keadaan orang-orang yang berdosa…”

ayat 42, artinya : “apa yang membuat kamu masuk neraka…”

jawabannya :

  1. dalam ayat 43, yang artinya : “kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
  2. dalam ayat 44, yang artinya : “dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,
  3. dalam ayat 45, yang artinya : “dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,

Termasuk dalam point 3 ini diantaranya bergosip atau ghibah, membicarakan orang lain.

  1. dalam ayat 46, yang artinya : “dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,

Maksud mendustakan disini adalah tidak mempercayai hari kiamat sehingga mempunyai keyakinan bahwa hidup hanya satu kali dan berprinsip hanya menikmati hidup saja. Berbeda dengan orang yang meyakini hari kiamat maka orang tersebut akan mempersiapkan diri dan akan menjaga diri dari hal-hal yang akan mengakibatkan dosa bagi dirinya.

Orang-orang yang masuk neraka itu mendustakan hari kiamat sampai dengan waktu yang tercantum dalam ayat 47

  1. dalam ayat 47, yang artinya : “sampai datang kepada kami kematian”.

Bahasan berikutnya adalah kupasan QS : Al-Maa’idah : 1-10 yang akan dikaitkan dengan hadist Arba’in.

Hadist Arba’in atau hadist 40 disebut demikian karena jumlahnya sekitar empatpuluhan (tepatnya 42 hadits). Hadits-hadits ini dikumpulkan oleh imam An-Nawawi yang berasal dari Mesir dan tinggal di kota Nawa oleh karena itu dikenal dengan Nawawi.

QS : Al-Maa’idah ayat 2 sampai 10

Surat Al-Maa’idah ini berisi tentang orang yang sedang menunaikan ibadah haji atau umrah.

QS : Almaaidah ayat 2

Firman Allah yang artinya : “……… jangan sampai kebencianmu kepada suatu kaum  karena mereka menghalang-halangi mu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka).”

Karena kebencian kepada seseorang menjadikan kita berbuat tidak adil kepadanya dan hal baik dari orang yang kita benci itu hilang semuanya.

“…dan tolong-menolonglah dalam berbuat baik dan ketaqwaan, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya.”

Dalam Hadist ke-36 disebutkan :

  • Barang siapa yang mencoba membantu saudaranya menyelesaikan/mencari jalan keluar dari suatu masalah/kesulitan, maka Allah akan membantunya menyelesaikan kesulitan-kesulitannya nanti di hari kiamat ….

Misalnya mendengarkan seseorang yang sedang mempunyai masalah, itu berarti sudah mulai membantu dia dalam meringankan bebannya dari kesulitan yang sedang dihadapinya.

  • …barang siapa yang memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Allah akan memudahkan urusannya  di dunia dan akhirat… Salah satu contoh hal ini adalah memudahkan dalam urusan hutang piutang dengan mencatatnya dan tidak membebani bunga pinjaman, bahkan jika memungkinkan membebaskan hutang tersebut jika yang meminjam sudah tidak mampu mengembalikannya.
  • …barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan  menutup aibnya di dunia dan akhirat…
  • …Allah akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya…
  • …barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surga…
  • …suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan dikelilingi malaikat serta Allah akan menyebut mereka kepada orang-orang yang berada disisiNya… Hal ini sangat bergantung dan berkaitan erat kepada niat yang tercetus dalam hati. Hal niat dibahas dalam Hadist ke-1
  • …barang siapa yang terlambat amalannya, niscaya tidak akan dipercepat oleh keturunannya.

Hadist ke-35 disebutkan :

Dari Abu Hurairah r.a., katanya : „Telah bersabda Rasulullah SAW:  janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah, dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak 3 kali). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.”

Setiap makhluk Allah pada dasarnya mempunyai kelebihan dan kekurangan tertentu tetapi yang paling mulia di mata Allah adalah ketaqwaannya.

Ujian dari Allah kepada manusia bisa dalam bentuk yang disenangi misalnya kekayaan, kesehatan, kecantikan dll, maupun yang tidak disenangi oleh manusia misalnya kemiskinan, sakit-sakitan atau ketidaksempurnaan. Pada dasarnya semua itu merupakan ujian dari Allah dan yang dinilai Allah adalah bagaimana manusia itu menyikapi dan menjalankan semua ujian itu.

Dalam surat  Al-Maa’idah ayat 8, kita dituntut untuk berlaku adil.

Adil mempunyai pengertian bahwa segala sesuatu harus ditempatkan sesuai dengan porsinya.

Dalam hal adopsi anak, harus dijelaskan kepada anak adopsi bahwa dia bukan anak kandung orang tua angkatnya, karena ada batasan-batasan tertentu yang tidak dapat diterobos oleh anak adopsi. Misalnya anak adopsi laki-laki jika sudah dewasa maka dia bukan mahram bagi ibu angkatnya atau saudara perempuan angkatnya begitu pula bagi anak adopsi perempuan jika sudah dewasa bukan mahram bagi bapak angkatnya dan saudara laki-laki angkatnya.

Perlakuan terhadap anak adopsi harus diperlakukan adil sesuai porsinya.

Taqwa itu merupakan keyakinan akan keimanan dalam hati yang direalisasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga seseorang yang taqwa akan bisa dirasakan oleh orang lain melalui sikap dan perilakunya.

Karakter manusia ada 4 :

  1. orang yang susah marah juga susah baiknya
  2. orang yang mudah marah dan mudah juga baiknya
  3. orang yang mudah marah dan susah baiknya
  4. yang terbaik adalah orang yang susah marahnya dan mudah baiknya.

Orang yang berkarakter ke-4 ini yang tergolong orang yang bertaqwa.

Hadist ke-34 disebutkan :

Rasulullah SAW bersabda : “barang siapa diantaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya); jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasehatinya); dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (membenci dan tidak setuju atas kemungkaran yang terjadi dan mendo’akan orang tersebut untuk keluar dari kemungkaran tersebut), dan itu adalah selemah-lemahnya iman“

Penyampai materi : Bpk. Desrial Anwar

Tempat : Freizeitanlage, Kanzleistrasse 24, 8405 Winterthur

Waktu : Sabtu, 20 Maret 2010

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!